Selasa, 7 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Peran Edukasi Anti Korupsi dalam Membentuk Karakter Jujur dan Berintegritas di Kalangan Pelajar Pondok Pesantren Modern Bayt Al-Qur'an Cikande

BAGIKAN:
Peran Edukasi Anti Korupsi dalam Membentuk Karakter Jujur da...
0
Peran Edukasi Anti Korupsi dalam Membentuk Karakter Jujur dan Berintegritas di Kalangan Pelajar Pondok Pesantren Modern Bayt Al-Qur'an Cikande
Iklan

Kegiatan PKM melibatkan satu dosen dan enam mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, dengan peserta sebanyak 56 siswa SMA IT Bayt Al-Qur’an Cikande. Metode pelaksanaan berupa workshop dengan ceramah interaktif mengenai konsep korupsi, dampak, serta strategi pencegahan.

Materi disampaikan melalui presentasi, diskusi kelompok, dan contoh penerapan nilai integritas di lingkungan pesantren. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, yang menjadi bagian penting untuk memperdalam pemahaman peserta.

Sesi Tanya Jawab

Sesi tanya jawab dalam kegiatan PKM berlangsung aktif dan menunjukkan ketertarikan peserta terhadap penerapan nilai antikorupsi di lingkungan pesantren. Beberapa pertanyaan yang diajukan santri memberikan gambaran nyata mengenai situasi sehari-hari yang mereka hadapi, sekaligus menjadi kesempatan bagi tim PKM untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam.

Pertanyaan pertama disampaikan oleh salah satu santri yang menyoroti permasalahan kecil namun sering terjadi. Ia bertanya mengenai langkah yang dapat dilakukan apabila terdapat santri yang mengambil lauk pauk melebihi jatah dan tidak mengakui perbuatannya.

Tim PKM menjelaskan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi sumber terjadinya kecurangan. Pengurus dapat melakukan pengawasan saat pembagian makanan serta memastikan mekanisme pembagian berjalan tertib dan adil.

Pengawasan langsung seperti ini tidak hanya mencegah terjadinya tindakan tidak jujur, tetapi juga menjadi sarana pembiasaan nilai kejujuran bagi seluruh santri.

Pertanyaan lainnya yang tidak kalah menarik yaitu perhatian santri terhadap kondisi bangsa. Seorang peserta bertanya mengenai alasan masih banyaknya kasus korupsi di Indonesia, meskipun para pelakunya mengetahui dampak buruk dari tindakan tersebut.

ketua tim PKM yaitu Usup Fadilah menjelaskan bahwa fenomena korupsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain melimpahnya sumber daya yang membuka peluang penyalahgunaan, proses jenjang karier birokrasi yang panjang dan melelahkan, budaya balas budi, serta lemahnya pengendalian diri.

Iklan
Ketika Nyawa Dipertaruhkan di Balik Meja Administrasi: Publik Desak RSUD Malingping Berbenah
Artikel Selanjutnya

Ketika Nyawa Dipertaruhkan di Balik Meja Administrasi: Publik Desak RSUD Malingping Berbenah

Iklan
Iklan
Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 28 November 2025, 17:09 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini