Sabtu, 3 Oktober 2026

Ketika Nyawa Dipertaruhkan di Balik Meja Administrasi: Publik Desak RSUD Malingping Berbenah

BAGIKAN:
Ketika Nyawa Dipertaruhkan di Balik Meja Administrasi: Publi...
0
Ketika Nyawa Dipertaruhkan di Balik Meja Administrasi: Publik Desak RSUD Malingping Berbenah

LEBAK – Kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Malingping semakin meluas. Kasus meninggalnya Imas (44), warga Kampung Cipanas, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan di daerah masih membutuhkan perhatian serius.

Peristiwa ini mengguncang nurani publik dan memunculkan kembali pertanyaan mendasar: sejauh mana rumah sakit menjalankan fungsinya sebagai tempat menolong, bukan tempat kehilangan harapan.

Imas datang ke rumah sakit pada 2 November 2025 dalam kondisi lemah dan membutuhkan penanganan segera. Namun, keluarga menuturkan bahwa pelayanan medis berjalan lamban.

Bahkan infus pasien dibiarkan habis tanpa segera diganti hingga akhirnya Imas menghembuskan napas terakhir pada 7 November 2025.

Yang memperburuk situasi, pihak rumah sakit disebut menolak permintaan keluarga untuk mengantar jenazah menggunakan ambulans hanya karena Imas tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. Sikap seperti ini menimbulkan kesan bahwa fasilitas publik belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat kecil.

“Rumah sakit itu tempat mencari pertolongan, bukan tempat kehilangan harapan,” ucap seorang warga Bayah dengan nada kecewa.

Kasus ini membuka mata banyak pihak bahwa sistem pelayanan kesehatan di daerah masih jauh dari kata layak. Ketika administrasi dan prosedur lebih diutamakan dibandingkan nyawa manusia, di situlah nurani mulai kehilangan arah.

Birokrasi yang kaku tanpa empati membuat pelayanan publik kehilangan makna kemanusiaannya. Padahal, dalam pelayanan kesehatan, kecepatan dan kepedulian adalah bentuk nyata penghormatan terhadap hak hidup manusia.

PSSI, Mimpi Piala Dunia, Tapi Hanya Bisa Ganti Pelatih: Kapan Sepak Bola Indonesia Maju?
Artikel Selanjutnya

PSSI, Mimpi Piala Dunia, Tapi Hanya Bisa Ganti Pelatih: Kapan Sepak Bola Indonesia Maju?

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 14 November 2025, 10:59 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 2 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Mengenal Taruli Phalti Patuan, Kajari Purbalingga yang Tegas dan Humanis

Konten Redaksi Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Menjemput Fajar Abad Kedua Mathla’ul Anwar

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Mengenal Ripsky Ardiansyah, Tiktoker Asal Karawang dengan Julukan "Duda Muda" yang Viral

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:52 WIB