Lebak - Kritik tajam kembali diarahkan kepada sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Lebak. Kali ini, perhatian datang langsung dari legislatif. Anggota Komisi III DPRD Lebak, Regen Abdul Aris, menilai bahwa penanganan pasien darurat di beberapa fasilitas kesehatan masih belum berjalan optimal. Ia menyebut, berbagai kendala teknis yang terjadi di lapangan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan sudah menyentuh aspek keselamatan jiwa manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Regen saat ditemui di lingkungan DPRD Lebak pada Rabu (22/4/2026). Dalam keterangannya, ia mengaku menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai lambat, khususnya dalam menangani pasien dengan kondisi darurat.
Menurut Regen, terdapat kasus di mana pasien yang sudah dibawa ke rumah sakit tidak langsung mendapatkan penanganan medis yang memadai. Alasan yang muncul pun beragam, mulai dari keterbatasan alat kesehatan hingga kendala sistem internal rumah sakit. Kondisi ini, kata dia, menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam kesiapan fasilitas kesehatan di daerah.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Pasien darurat seharusnya menjadi prioritas utama. Ketika penanganannya terhambat karena alasan alat atau sistem, maka ini bukan lagi soal teknis, tapi soal nyawa manusia,” tegas Regen.
Ia menilai bahwa dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi faktor krusial yang tidak bisa ditawar. Keterlambatan beberapa menit saja, lanjutnya, dapat berdampak fatal bagi pasien. Oleh karena itu, ia mendesak adanya perbaikan menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit milik pemerintah.

Regen juga menyoroti kondisi di RSUD dr. Adjidarmo sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Lebak. Ia meminta pihak manajemen rumah sakit untuk segera melakukan evaluasi secara komprehensif, mulai dari ketersediaan alat medis hingga kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, rumah sakit daerah seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas. Namun, jika masih ditemukan kendala mendasar seperti kekurangan alat atau lambatnya respons tenaga medis, maka fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Selain itu, Regen juga menyinggung persoalan pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan. Ia menilai bahwa hingga saat ini masih terdapat hambatan dalam proses administrasi maupun pelayanan di lapangan yang membuat masyarakat merasa dipersulit.