Warna gelap pada potongan daging mempunyai pH postmortem dan daya ikat air yang tinggi serta memiliki tekstur yang lekat. Warna daging juga dipengaruhi oleh pigmen yaitu mioglobin.
Selain pemeriksaan visual, kita juga perlu mewaspadai praktik penipuan seperti penambahan air atau bahan pengawet. Daging yang terlalu basah atau mengeluarkan banyak cairan saat dipotong kemungkinan telah disuntik air untuk menambah berat.
Sementara daging yang terlalu merah mencolok bisa saja mengandung bahan kimia berbahaya seperti boraks atau pewarna. Sebagai konsumen, kita memiliki peran aktif dalam menjaga keamanan pangan.
Sebelum mengolah daging kurban, selalu lakukan pemeriksaan sederhana dengan memperhatikan warna, bau, dan teksturnya. Pastikan untuk mencuci bersih daging sebelum dimasak dan mengolahnya hingga benar-benar matang.
Jika tidak langsung diolah, simpan daging dalam freezer untuk mempertahankan kesegarannya.
Analisis fisik mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki peran krusial dalam pengawasan kualitas daging kurban. Upaya penerapan langkah-langkah sederhana namun efektif ini, kita dapat memastikan bahwa daging kurban yang dikonsumsi benar-benar aman dan bermanfaat bagi kesehatan seluruh keluarga.
Sumber Referensi:
Kuntoro, B., Maheswari, R. R.
A., Nuraini, H. 2013. Mutu Fisik dan Mikrobiologi Daging Sapi Asal Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Pekanbaru.