Senin, 5 Oktober 2026

Kemiskinan Banten Turun, Tapi Warga Miskin Masih Berjuang: Data Resmi Tidak Sepenuhnya Mencerminkan Realitas Lapangan

BAGIKAN:
Kemiskinan Banten Turun, Tapi Warga Miskin Masih Berjuang: D...
0
Kemiskinan Banten Turun, Tapi Warga Miskin Masih Berjuang: Data Resmi Tidak Sepenuhnya Mencerminkan Realitas Lapangan

Banten — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat bahwa tingkat kemiskinan di provinsi ini mengalami penurunan pada Maret 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 5,63 persen, turun dari 5,70 persen pada September 2024.

Secara jumlah, penduduk miskin berkurang sekitar 4.700 jiwa, dari 777,49 ribu menjadi 772,78 ribu orang.

Namun, penurunan angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Berbagai laporan media lokal menunjukkan bahwa masih banyak warga yang hidup dalam kondisi kemiskinan ekstrem dan belum merasakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Kisah Warga: Hidup Tanpa Makan hingga Tinggal di Rumah Reyot

Di Kabupaten Lebak, sebuah keluarga dilaporkan tinggal di rumah yang sudah reyot dan pernah mengalami kondisi ekstrem hingga tidak makan seharian akibat ketiadaan penghasilan. Kisah ini diberitakan oleh sejumlah media daring pada tahun 2024 dan menggambarkan betapa beratnya kehidupan sebagian masyarakat, meskipun secara statistik angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan.

Sementara itu, di Kecamatan Panimbangjaya, Kabupaten Pandeglang, keluarga Irga (33) masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Mereka hidup dengan penghasilan jauh di bawah garis kemiskinan dan mengandalkan bantuan sporadis dari lingkungan sekitar untuk bertahan hidup.

Di Kota Serang, data pemerintah daerah juga mencatat masih adanya ratusan ribu keluarga fakir miskin yang membutuhkan intervensi pemerintah. Temuan ini sejalan dengan laporan media yang menyoroti adanya ketimpangan antara capaian makro pembangunan dan kondisi nyata warga di tingkat akar rumput.

Penurunan Kemiskinan Dipengaruhi Faktor Makro

Kemacetan dan Kerusakan Jalan Serang–Pandeglang: Masalah Nyata yang Mendesak Ditangani
Artikel Selanjutnya

Kemacetan dan Kerusakan Jalan Serang–Pandeglang: Masalah Nyata yang Mendesak Ditangani

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 7 Januari 2026, 12:04 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 2 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Mengenal Taruli Phalti Patuan, Kajari Purbalingga yang Tegas dan Humanis

Konten Redaksi Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Menjemput Fajar Abad Kedua Mathla’ul Anwar

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Mengenal Ripsky Ardiansyah, Tiktoker Asal Karawang dengan Julukan "Duda Muda" yang Viral

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:52 WIB