JurnalOpiniPendidikanReligi

Peran Edukasi Anti Korupsi dalam Membentuk Karakter Jujur dan Berintegritas di Kalangan Pelajar Pondok Pesantren Modern Bayt Al-Qur’an Cikande

Oleh: Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Pamulang, Kota Serang

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu pilar utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan. Universitas Pamulang, khususnya Program Studi Ilmu Pemerintahan, telah melaksanakan kegiatan PKM dengan tema “Peran Edukasi Anti Korupsi dalam Membentuk Karakter Jujur dan Berintegritas di Kalangan Pelajar Pondok Pesantren Modern Bayt Al-Qur’an Cikande”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 November 2025 di Pondok Pesantren Modern Bayt Al-Qur’an, Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Tema ini dipilih berdasarkan pentingnya pendidikan anti korupsi sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda, terutama di lingkungan pesantren yang menekankan nilai keislaman dan moralitas. Korupsi merupakan salah satu masalah sosial yang merusak integritas bangsa, sehingga edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegahnya.

Pondok Pesantren Modern Bayt Al-Qur’an Cikande merupakan lembaga pendidikan Islam yang menampung ratusan pelajar dari berbagai daerah. Sebagai calon pemimpin masa depan, para santri perlu dibekali dengan pengetahuan dan nilai antikorupsi untuk membentuk karakter jujur serta berintegritas. Korupsi tidak hanya merugikan perekonomian negara, tetapi juga merusak tatanan moral masyarakat.

Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang melihat peluang untuk berkontribusi melalui kegiatan edukasi berbasis nilai integritas. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai bahaya korupsi, sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan praktis tentang kejujuran dan etika publik.

Kegiatan PKM melibatkan satu dosen dan enam mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, dengan peserta sebanyak 56 siswa SMA IT Bayt Al-Qur’an Cikande. Metode pelaksanaan berupa workshop dengan ceramah interaktif mengenai konsep korupsi, dampak, serta strategi pencegahan. Materi disampaikan melalui presentasi, diskusi kelompok, dan contoh penerapan nilai integritas di lingkungan pesantren. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, yang menjadi bagian penting untuk memperdalam pemahaman peserta.

Sesi Tanya Jawab

Sesi tanya jawab dalam kegiatan PKM berlangsung aktif dan menunjukkan ketertarikan peserta terhadap penerapan nilai antikorupsi di lingkungan pesantren. Beberapa pertanyaan yang diajukan santri memberikan gambaran nyata mengenai situasi sehari-hari yang mereka hadapi, sekaligus menjadi kesempatan bagi tim PKM untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam.

Pertanyaan pertama disampaikan oleh salah satu santri yang menyoroti permasalahan kecil namun sering terjadi. Ia bertanya mengenai langkah yang dapat dilakukan apabila terdapat santri yang mengambil lauk pauk melebihi jatah dan tidak mengakui perbuatannya. Tim PKM menjelaskan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi sumber terjadinya kecurangan. Pengurus dapat melakukan pengawasan saat pembagian makanan serta memastikan mekanisme pembagian berjalan tertib dan adil. Pengawasan langsung seperti ini tidak hanya mencegah terjadinya tindakan tidak jujur, tetapi juga menjadi sarana pembiasaan nilai kejujuran bagi seluruh santri.

Pertanyaan lainnya yang tidak kalah menarik yaitu perhatian santri terhadap kondisi bangsa. Seorang peserta bertanya mengenai alasan masih banyaknya kasus korupsi di Indonesia, meskipun para pelakunya mengetahui dampak buruk dari tindakan tersebut. ketua tim PKM yaitu Usup Fadilah menjelaskan bahwa fenomena korupsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain melimpahnya sumber daya yang membuka peluang penyalahgunaan, proses jenjang karier birokrasi yang panjang dan melelahkan, budaya balas budi, serta lemahnya pengendalian diri. Faktor-faktor tersebut, ditambah kurangnya integritas pribadi dan minimnya pengawasan yang efektif, membuat praktik korupsi tetap terjadi meskipun dampaknya telah diketahui secara luas.

PKM bertema Edukasi Anti Korupsi ini menunjukkan bahwa edukasi dini mampu menjadi alat efektif dalam membentuk karakter santri. Salah satu implementasi nyata di pesantren adalah keberadaan kantin kejujuran, yang melatih santri untuk membiasakan diri bertransaksi tanpa pengawasan langsung. Dengan mengintegrasikan nilai keislaman, kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter kuat dan berakhlak mulia.

Tim PKM merekomendasikan agar kegiatan serupa diperluas ke pesantren lainnya, khususnya di Kabupaten Serang, dan disertai evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan dampaknya. Universitas Pamulang berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui program-program inovatif dalam pengabdian masyarakat.
Berikut adalah tautan dokumentasi yang dapat diakses terkait pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Modern Bayt Al-Qur’an

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *