Sebelumnya, kamu tahu kan tepung terigu itu terbuat dari apa? Yap, tepung terigu berasal dari biji gandum yang digiling halus.
Gandum ini mengandung banyak protein, yaitu gliadin dan glutenin. Nah, kedua protein tersebut ketika bertemu dengan air akan berinteraksi dan membentuk sebuah jaringan protein yang elastis dan lengket, inilah yang kita sebut sebagai gluten.
Coba deh, kalian anggap gluten ini seperti ”jaring-jaring” atau ”lem” pada adonan yang sedang kita buat.
Semakin banyak kandungan protein pada tepung terigu, maka semakin kuat dan elastis si ”jaring-jaring” atau ”lem” tersebut. Gluten ini yang menentukan hasil akhir makanan yang kita buat.
Namun, tidak semua gandum memiliki kandungan protein yang sama. Faktor utama yang membedakan kandungan protein pada gandung adalah varietasnya.
Hal inilah yang menjadi dasar pengelompokkan tepung terigu menjadi beberapa jenis yang berbeda, yaitu:
1. Tepung Terigu Protein Rendah (protein sekitar 6-9%).
Adonan yang dihasilkan dari tepung ini tidak elastis, mudah patah dan rapuh karena gluten yang terbentuk sedikit. Nah tepung jenis ini cocok banget buat kamu yang mau bikin kue kering, biskuit, pastry, atau masakan yang memiliki tekstur lembut, renyah, atau rapuh.