Sabtu, 7 Maret 2026
Login Kirim Tulisan

Biofortifikasi Bihun dengan Tepung Tulang Ikan Patin sebagai Strategi Penurunan Stunting

BAGIKAN:
Biofortifikasi Bihun dengan Tepung Tulang Ikan Patin sebagai...
0
Iklan
Biofortifikasi Bihun dengan Tepung Tulang Ikan Patin sebagai Strategi Penurunan Stunting

Inovasi lainnya hadir dari cara pembuatan bihun fortifikasi yang modern. Bihun diproses menggunakan mesin ekstruder yang merupakan teknologi pencetakan berbasis tekanan dan suhu tinggi yang umum digunakan dalam industri pangan.

Proses ekstrusi menghasilkan bihun dengan struktur pori mikro yang mempertahankan nutrisi tulang ikan patin sekaligus meningkatkan daya rehidrasi. Keunggulan utama penggunaan ekstruder dalam produksi bihun fortifikasi adalah efisiensi waktu dan energi, serta kemampuan memodifikasi tekstur produk secara presisi.

Parameter ekstrusi seperti screw speed (150-200 rpm), suhu zona pencampuran, dan kadar air (25-30%) dioptimalkan untuk memastikan distribusi homogen tepung tulang ikan patin dalam bihun.

Dari Semangkuk Bihun, Lahir Harapan Baru

Bihun biasa kini berubah menjadi pahlawan gizi! Berkat inovasi fortifikasi tepung tulang ikan patin dan teknologi ekstrusi modern, terciptalah bihun kaya mineral yang tetap lezat namun bergizi tinggi.

Dengan kandungan nutrisi unggul, rasa yang tetap disukai, dan proses produksi efisien, bihun fortifikasi tepung tulang ikan patin siap menjadi  solusi stunting yang cerdas, sederhana, dan lezat. Mengubah kebiasaan makan tanpa mengubah rasa, tapi berdampak besar bagi gizi generasi muda!

Sumber : World Health Organization. 2020. Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF/ WHO/ World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates Key findings of the 2020 edition.

Fitri, R., Huljannah, N., Rochmah, T. N. 2022.

Iklan
Penulis: Yati Komalasari
Diterbitkan: 16 Juni 2025, 12:33 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini