Analisis ini digunakan untuk memeriksa fisik makanan, seperti tekstur, warna, bentuk, dan kepadatan. Contohnya, memeriksa apakah keripik masih renyah, atau melihat warna pada susu apakah terdapat tanda kerusakan.
Analisis Kimia
Analisis ini digunakan untuk mengetahui zat-zat kimia dalam makanan, seperti kadar air, protein, lemak, karbohidrat, gula, garam, vitamin, dan mineral. Analisis ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi adanya bahan tambahan atau zat berbahaya dalam makanan.
Analisis Mikrobiologi
Analisis ini digunakan untuk memeriksa keberadaan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau ragi dalam makanan. Tujuan analisis ini adalah untuk memastikan makanan bebas dari kuman yang bisa menyebabkan penyakit.
Analisis Sensori
Analisis ini dilakukan dengan memanfaatkan panca indera (mata, hidung, lidah, dan tangan) untuk menilai rasa, aroma, warna, dan tekstur makanan. Analisis ini dilakukan misalnya dengan mencicipi makanan untuk menilai rasa, mencium aroma, dan melihat penampilan makanan.
Mengapa Analisis Pangan Penting di Industri?
Bagi pelaku industri makanan, analisis pangan merupakan bagian krusial dalam proses produksi. Terdapat beberapa fungsi utama, yaitu: