Selasa, 6 Oktober 2026

Minyak Tersembunyi di Fast Food: Inilah Cara Analisis Pangan Mengungkap Kandungan Lemaknya

BAGIKAN:
Minyak Tersembunyi di Fast Food: Inilah Cara Analisis Pangan...
0
Minyak Tersembunyi di Fast Food: Inilah Cara Analisis Pangan Mengungkap Kandungan Lemaknya

Yang bikin lebih rumit, kita kadang gak tahu bahwa makanan yang kita makan sehari-hari punya kandungan lemak tinggi, karena nggak semua makanan cepat saji mencantumkan label gizi secara lengkap.

Bagaimana Analisis Pangan Membantu?

Analisis pangan memungkinkan kita mengukur secara tepat berapa banyak lemak yang ada dalam makanan, termasuk fast food. Salah satu metode yang umum digunakan dalam menganalisis lemak adalah ekstraksi soxhlet sebuah teknik laboratorium yang memungkinkan untuk mengetahui secara presisi berapa banyak lemak yang terkandung dalam suatu sampel makanan.

Dikutip dari jurnal Pargiyanti (2019), bahwa proses ini melibatkan pelarut organik seperti petroleum eter atau heksana, yang dapat melarutkan lemak dari sampel padat seperti kentang goreng atau ayam goreng.

Hasilnya kemudian ditimbang untuk menentukan persentase kadar lemaknya. Misalnya, jika dari 5 gram sampel kentang goreng ditemukan 1,5 gram lemak, maka kadar lemaknya adalah 30%.

Dari angka itu, kita bisa bandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan. Ini bisa menjadi informasi penting baik untuk konsumen maupun produsen.

“Lemak Tersembunyi” Itu Nyata Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digoreng dalam suhu tinggi, apalagi dengan minyak yang dipakai berkali-kali, bisa mengandung lemak trans jenis lemak paling berbahaya karena bisa menaikkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

Menurut data yang dipublikasikan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition, fast food seperti kentang goreng, donat, dan ayam goreng bisa menyumbang hingga 35-50% dari kebutuhan lemak harian, bahkan dalam satu kali makan.

Analisis Keamanan Pangan pada Kasus Keracunan Jajanan Latiao Terkontaminasi Bacillus cereus di Tahun 2025
Artikel Selanjutnya

Analisis Keamanan Pangan pada Kasus Keracunan Jajanan Latiao Terkontaminasi Bacillus cereus di Tahun 2025

Penulis: Yati Komalasari
Diterbitkan: 11 Juni 2025, 12:57 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Insan Faisal Ibrahim dan Semangat Menggerakkan Dunia Pendidikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 Juli 2026 | 14:04 WIB

Viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026: Ketika Integritas Dewan Juri Dipertanyakan Publik

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 12 Mei 2026 | 08:28 WIB

Dapur MBG di Lapas dan Rutan Jadi Langkah Baru Pembinaan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 10 Mei 2026 | 09:06 WIB

Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar, Siswi MIS Ar Raudhotun Nur Tekuni Bahasa Jepang

Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 24 April 2026 | 18:16 WIB

Kisah Yosua Ray, Pelajar SMAN 5 Cirebon yang Sukses Jadi Juara Konten Kreator Meski Bermodal HP Sederhana

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 14 April 2026 | 10:37 WIB

Perjalanan Inspiratif Amelia Soleha: Dari Santri hingga Jadi Akademisi Muda Berprestasi

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 April 2026 | 16:15 WIB

Rising Star Gabriell Elvareta Represents Indonesia in Kuala Lumpur Cultural Showcase

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 31 Maret 2026 | 20:20 WIB

Siswa SMAN 2 Kuningan Tembus Nasional, Muhammad Khoidir Padlan Ismaya Raih Juara 2 Cipta Puisi

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 30 Maret 2026 | 07:36 WIB

Nayla Agista Anggraeny: Sosok Inspiratif di Dunia Konten, Modeling, dan Public Figure

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 29 Maret 2026 | 21:28 WIB