Tangerang – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanganan banjir di wilayah Kecamatan Kosambi di Aula Gedung eks DPRD Tangerang, Selasa (13/01/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa rakor tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari hasil kunjungan lapangan ke lokasi banjir di Kecamatan Kosambi yang terjadi akibat curah hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah sekitar, seperti Cengkong dan Belimbing, yang masuk ke saluran air wilayah Kosambi.
“Rakor ini adalah tindak lanjut dari hasil kunjungan lokasi banjir di Kosambi. Mohon maaf saya sampaikan, banjir ini selain karena hujan yang cukup tinggi, juga disebabkan adanya limpasan air dari Kosambi, Cengkong, Belimbing dan dari wilayah lain yang bermuara ke saluran yang sama,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Lanjut dia, meskipun hasil kajian teknis dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air belum sepenuhnya final, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tetap menampung masukan dan informasi dari masyarakat setempat sebagai dasar awal untuk mencari solusi penanganan banjir secara cepat dan tepat.
Sebagai langkah awal, Pemkab Tangerang berencana akan membangun pompa banjir dan pintu air di Desa Salembaran Jati dan wilayah Kosambi Barat. Pompa yang akan dipasang memiliki kapasitas 3 meter kubik permenit, yang berfungsi untuk memompa air dari lokasi banjir menuju area pembuangan Rawa Lumpang atau drainase perimeter PIK 2.
“Adapun rencana lokasi pemasangan pompa banjir di Desa Salembaran Jati meliputi: RW 07, RW 02, RW 31. Sementara itu, untuk Kosambi Barat, direncanakan pembangunan dua titik rumah pompa, yaitu: RW 05, RW 03,” jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan dinas terkait, masyarakat dan pihak lainnya guna memastikan penanganan banjir dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
”Untuk wilayah area banjir Perumahan Duta Bandara, pada APBD-P 2025 telah dialokasikan pembangunan pintu air di outlet saluran pembuang Duta Bandara dan selanjutnya direncanakan akan dibangun pompa banjir untuk mengendalikan rob dari Kali Prancis sesuai kajian teknis dan permintaan masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura selaku pemangku kepentingan di wilayah tersebut agar rencana pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Perum Duta Bandara dapat segera mendapatkan dukungan dan ijin.
“Kami akan terus mencari solusi terbaik bersama masyarakat dan perangkat daerah agar permasalahan banjir ini dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***










