Kamis, 2 Juli 2026
Login Kirim Tulisan
Konten dari Pengguna

Peran Pemerintah dalam menjalankan Infrastruktur yang ada di Kota Serang : Studi Kasus Jalan Rusak yang ada di Alun Alun Kota Serang.

BAGIKAN:
Peran Pemerintah dalam menjalankan Infrastruktur yang ada di...
0
Peran Pemerintah dalam menjalankan Infrastruktur yang ada di Kota Serang : Studi Kasus Jalan Rusak yang ada di Alun Alun Kota Serang.
Dokumentasi Pribadi milik Dinda, Jalan Berlubang
Iklan

Ditulis Oleh: Dinda Aulia Supono, Universitas Pamulang 

BANTEN - Dalam satu dekade terakhir, istilah “infrastruktur” menjadi kata yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Dari jalan tol yang membelah pulau hingga bendungan yang menjanjikan ketahanan pangan, pembangunan fisik besar-besaran menjadi wajah utama kemajuan. Namun, muncul sebuah pertanyaan mendasar: apakah kemajuan sebuah bangsa hanya bisa diukur dari megahnya beton yang berdiri? Tentu sangat tidak, Beton dan aspal adalah alat, sedangkan manusia adalah tujuan. Sebuah bangsa dikatakan maju ketika kemegahan infrastruktur fisiknya sebanding dengan kemakmuran, kebebasan, dan kecerdasan rakyatnya. Jalan berlubang juga yang menyerupai kubangan saat hujan, jembatan kayu yang reyot di pelosok desa, hingga drainase kota yang mampet sehingga memicu banjir kronis adalah pemandangan yang sayangnya masih dianggap "biasa" oleh sebagian masyarakat kita. Padahal, infrastruktur bukan sekadar urusan semen dan aspal; ia adalah urat nadi kehidupan yang menentukan seberapa cepat sebuah bangsa bisa berlari.

Di tengah pusat kota sering kali dianggap sebagai etalase kemajuan sebuah daerah. Gedung-gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan yang berkilau, dan lampu jalan yang terang benderang menjadi simbol modernitas. Namun, di balik kemegahan itu, sering kali terselip sebuah ironi yang nyata infrastruktur dasar yang rusak di tengah hiruk-pikuk pusat kota.

Sangat disayangkan ketika kita melihat jalan utama yang dipenuhi lubang atau trotoar yang hancur tepat di depan pusat bisnis. Kerusakan infrastruktur di tengah kota bukan sekadar masalah estetika, melainkan cerminan dari manajemen prioritas yang pincang. Pemerintah daerah sering kali lebih bersemangat mempercantik kota dengan taman-taman dekoratif, namun abai pada hal fundamental seperti kualitas aspal dan sistem drainase yang mumpuni.

Ketika infrastruktur rusak dibiarkan berlarut-larut, dampak yang timbul bukan hanya ketidaknyamanan berkendara. Ada harga mahal yang harus dibayar:

Logistik Mahal: Jalan yang rusak menghambat distribusi barang. Akibatnya, biaya transportasi membengkak dan harga kebutuhan pokok di pasar ikut melonjak.

Keselamatan Jiwa: Berapa banyak nyawa melayang karena kecelakaan akibat menghindari lubang jalan atau jembatan yang runtuh? Di sini, kerusakan infrastruktur bukan lagi masalah teknis, melainkan masalah kemanusiaan.

Ketimpangan Ekonomi: Tanpa akses jalan yang layak, potensi ekonomi di desa-desa akan terisolasi, membuat jurang antara kota dan desa semakin lebar.

Iklan
Wagub Banten Sebut Pandeglang Prioritas Pembangunan, Ungkap Berbagai Program Strategis
Artikel Selanjutnya

Wagub Banten Sebut Pandeglang Prioritas Pembangunan, Ungkap Berbagai Program Strategis

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi distrikbantennews.com.
Iklan
Iklan
Kontributor: Aksara Lia
Diterbitkan: 6 Mei 2026, 10:44 WIB · Diperbarui: 8 Mei 2026, 11:25 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Maaf, Adblocker Terdeteksi

Iklan adalah sumber pendapatan kami untuk menyajikan berita berkualitas. Mohon nonaktifkan Adblocker Anda, lalu muat ulang halaman.