DISTRIKBANTENNEWS.COM, Serang - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyalurkan bantuan nutrisi kepada keluarga berisiko stunting di Baduy Dalam, Kabupaten Lebak, Banten. Program ini merupakan bagian dari gerakan GENTING yang difokuskan pada intervensi langsung bagi kelompok rentan.
Bantuan tersebut diberikan kepada 50 KRS yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD. Setiap keluarga menerima dukungan senilai Rp1.350.000 untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi selama tiga bulan.
Intervensi gizi ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Terutama di wilayah adat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan pangan bergizi.
Pendekatan ini juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan . Kegiatan penyaluran bantuan juga dirancang dalam bentuk kunjungan langsung ke rumah keluarga penerima manfaat.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, dijadwalkan mengunjungi lima keluarga berisiko stunting. Kunjungan ini sebagai bagian dari simbolisasi sekaligus memastikan kondisi lapangan secara langsung.
Pada kesempatan yang sama, Wihaji juga menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Bantuan tersebut merupakan bentuk intervensi komprehensif yang tidak hanya menyasar aspek gizi, tetapi juga kondisi hunian layak.
Pendekatan berbasis kunjungan rumah ini diharapkan mampu memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, kunjungan ini memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan keluarga sasaran.
Program GENTING sendiri merupakan salah satu prioritas nasional dalam percepatan penurunan stunting. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, melalui skema orang tua asuh.
Intervensi di wilayah Baduy Dalam dinilai strategis mengingat tantangan geografis dan sosial budaya yang membutuhkan pendekatan khusus. Oleh karena itu, program ini tidak hanya menitikberatkan pada bantuan materi, tetapi juga pada pendekatan humanis dan berkelanjutan.
"Pemerintah berharap, melalui intervensi yang terarah dan kolaboratif, angka stunting di wilayah-wilayah khusus seperti Baduy dapat ditekan secara signifikan," ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji.
"Program ini juga diharapkan menjadi model penanganan stunting berbasis komunitas yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia. Dengan pelaksanaan yang terukur dan berkelanjutan, Kemendukbangga optimistis bahwa program GENTING dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat dan unggul," tutup Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji.
***