Sebagai langkah solusi, pemerintah daerah perlu mengambil tindakan cepat dan berkelanjutan. Perbaikan jaringan PDAM, pembangunan sumur dalam di wilayah rawan kekeringan, serta perlindungan kawasan resapan air harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, transparansi dalam penggunaan anggaran pengelolaan air bersih juga perlu diperkuat agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan program secara langsung.
Partisipasi masyarakat juga memegang peranan penting. Warga diimbau untuk menghemat penggunaan air dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar sumber air.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah krisis air bersih di Banten terus berulang setiap tahunnya.
Penulis: Rani Tamba
Dosen Pengampu: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Kaprodi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.
Program Studi Administrasi Negara
Universitas Pamulang – Serang