“Awalnya saya cuma ingin memenuhi kebutuhan sayur di rumah, tapi ternyata hasilnya lumayan banyak. Dari situ saya coba jual online, dan alhamdulillah banyak yang pesan,” ungkap Wahidin sambil tersenyum.
Namun perjuangan para petani muda tidaklah mudah. Tantangannya beragam, mulai dari akses lahan terbatas, minimnya modal usaha, hingga stigma bahwa “bertani itu kotor dan panas.”
Tapi justru di situlah menariknya, generasi muda tidak mudah menyerah. Mereka menjadikan tantangan itu sebagai peluang untuk berinovasi dan menciptakan cara bertani yang lebih efisien serta ramah lingkungan.
Inovasi Pertanian Digital di Banten
Menurut data dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, melalui program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) tahun 2023, petani milenial adalah kunci regenerasi sektor pertanian yang mulai ditinggalkan generasi tua.
Salah satu provinsi yang menjadi target program ini adalah Banten, terutama di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Program YESS ini melibatkan pelatihan kewirausahaan, fasilitasi akses permodalan, hingga penguatan kelembagaan pertanian untuk generasi muda.
“Melalui program ini, anak muda diharapkan tidak hanya jadi pelaku pertanian, tapi juga wirausaha yang mampu mengelola hasil tani dengan cara modern,” ujar perwakilan Kementerian Pertanian dalam salah satu sesi pelatihan di Banten.