KOTA SERANG —Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali membuat terobosan yang menyita perhatian. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Pemkot Serang resmi meluncurkan program Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Banten yang menerapkan sistem tersebut.
Program ini diluncurkan sebagai tindak lanjut arahan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Gubernur Banten, dengan tujuan menciptakan persaingan sehat bagi ASN dalam pengembangan karier. Setiap ASN akan dinilai dan ditempatkan sesuai kapasitas, kompetensi, serta keahlian bidang masing-masing berdasarkan prinsip ilmu Sumber Daya Manusia (SDM).
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, usai menghadiri launching Implementasi Manajemen Talenta ASN di lingkungan Pemkot Serang yang digelar di Ballroom Hotel Aston Serang, Senin (5/1/2026).
“Salah satu poin utama pada program ini, penolakan langsung terhadap penetapan ASN yang tidak sesuai dengan bidang keilmuannya. Misalnya, seseorang yang bukan berasal dari bidang kesehatan tidak akan dapat ditempatkan sebagai kepala atau di lingkup Dinas Kesehatan,” ucap Muji.
Muji menegaskan, DPRD Kota Serang akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan manajemen talenta tersebut sebagai bagian dari fungsi controlling, sekaligus memastikan sistem berjalan secara internal dan terintegrasi.
Hal ini, lanjut dia, dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi praktik “titip-menitip” dalam penempatan jabatan maupun pengembangan karier ASN di lingkungan Pemkot Serang.
“Jika ada calon yang tidak sesuai dengan spesifikasi keilmuan, akan langsung ditolak. Bahkan untuk posisi yang memiliki tiga kandidat sesuai kualifikasi, mereka yang tidak memenuhi persyaratan tetap tidak akan diterima,” jelasnya.
Menurut Muji, penerapan program manajemen talenta ini bersifat wajib dan harus diterapkan di seluruh lembaga serta departemen internal Pemerintah Kota Serang tanpa terkecuali.
“Melalui manajemen talenta ini, diharapkan ASN akan lebih termotivasi untuk mengembangkan diri secara kompetitif dan sehat sesuai dengan bidang keahliannya,” pungkasnya. (HS/RED)***