Selasa, 6 Oktober 2026

Silent Killer di Meja Makan: Bagaimana Analisis Logam Berat Pada Ikan Menyelamatkan Jutaan Keluarga Indonesia

BAGIKAN:
Silent Killer di Meja Makan: Bagaimana Analisis Logam Berat...
0
Silent Killer di Meja Makan: Bagaimana Analisis Logam Berat Pada Ikan Menyelamatkan Jutaan Keluarga Indonesia

Selanjutnya cairan sampel dimasukkan ke dalam nyala api bersuhu tinggi, yang memecah logam menjadi atom bebeas. Ketika cahaya dari lampu dilewatkan melalui sampel yang telah teratomisasi, atom-atom logam akan menyerap sebagian energi cahaya tersebut.

Semakin banyak logam yang terkandung, semakin banyak cahaya yang diserap. Dari sini, alat AAS bisa menghitung seberapa tinggi kadar logam berbahaya dalam ikan yang kita konsumsi.

Dengan bantuan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), kita bisa mendeteksi kandungan logam berat seperti timbal dan kadmium dalam bahan pangan dengan akurat. Proses ilmiah ini mungkin terdengar rumit, tetapi dampaknya sangat nyata dalam melindungi masyarakat dari zat berbahaya yang tidak terlihat mata, namun bisa merusak tubuh secara perlahan.

Inilah alasan mengapa analisis pangan memiliki peran yang sangat penting sebagai fondasi dari keamanan konsumsi sehari-hari, mulai dari ikan segar, sayuran, hingga makanan olahan. Tanpa pengujian yang tepat, kita bisa saja mengonsumsi racun tanpa sadar, sedikit demi sedikit.

Dan mungkin, setelah membaca ini, Anda akan mulai melihat makanan sehari-hari dengan cara yang berbeda. Mungkin lebih sadar, lebih waspada, dan lebih menghargai peran ilmu di baliknya.

Penulis : Chairunisa Maharani mahasiswa Teknologi Pangan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Analisis Pangan: Garda Terdepan Menuju Hidup Sehat & Aman
Artikel Selanjutnya

Analisis Pangan: Garda Terdepan Menuju Hidup Sehat & Aman

Penulis: Yati Komalasari
Diterbitkan: 9 Juni 2025, 20:47 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Wilson Lalengke Masuk Gedung PBB, Siap Berpidato di Forum Internasional

Konten Redaksi Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:29 WIB

Wilson Lalengke Tiba di New York Jelang Pidato di PBB

Konten Redaksi Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:43 WIB

Mengunyah Sehat: Kenapa Banyak Orang Beralih ke Nasi Merah?

Konten Redaksi Rabu, 17 September 2025 | 19:56 WIB

Mengapa Beras Bisa Menjadi Nasi? Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Konten Redaksi Selasa, 16 September 2025 | 10:32 WIB

Kentang Penyelamat Nasi Kelembekan? Ini Dia Faktanya!

Konten Redaksi Senin, 15 September 2025 | 15:04 WIB

Proses di Balik Nasi Beku: Mengapa Rasanya Seperti Nasi Baru Masak?

Konten Redaksi Senin, 15 September 2025 | 14:25 WIB

Rahasia Gelatinisasi: Proses Sihir Pati yang Menjadikan Makanan Lebih Nikmat

Konten Redaksi Sabtu, 13 September 2025 | 13:19 WIB

Jajan Kekinian atau Jebakan Kalori?

Konten Redaksi Rabu, 18 Juni 2025 | 12:09 WIB