https://webtv.un.org/en/asset/k1f/k1fhhj3nq9 (Fiyan/TIM/Red)
Konten Redaksi
Pidato di PBB, Wilson Lalengke Serukan Aksi Segera Akhiri Krisis Kemanusiaan di Kamp Pengungsi Tindouf
Penulis: Agus Fiyantino
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 09:05 WIB
DBN NEWS.COM | New York — Aktivis hak asasi manusia dan jurnalis Indonesia, Wilson Lalengke, menyampaikan pidato yang menyentuh hati di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu, 08 Oktober 2025. Dalam pidatonya, dia mendesak masyarakat internasional untuk segera melakukan penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di kamp-kamp pengungsi Tindouf di wilayah Aljazair. Berbicara di hadapan Komite Keempat Majelis Umum PBB, yang secara resmi dikenal sebagai Komite Khusus Politik dan Dekolonisasi, Wilson Lalengke menyoroti penderitaan rakyat Sahrawi, yang telah lama menderita di bawah kendali Front Polisario. Pidatonya berfokus pada laporan eksekusi di luar hukum, penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan sistemik di dalam kamp-kamp tersebut. “Keheningan suara masyarakat international yang menyelimuti penderitaan masyarakat Sahrawi harus diakhiri,” tegas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, dan menambahkan, “Kita harus memastikan perlindungan mereka yang tidak berdaya.” Mewakili organisasi jurnalis warga Indonesia (Persatuan Pewarta Warga Indonesia - PPWI), Wilson Lalengke mengajukan petisi resmi yang menyerukan tiga hal, yakni investigasi independen yang dipimpin PBB, memproses hukum semua pelaku yang terlibat, dan perlindungan bagi pengungsi yang tidak berdaya. Lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University (Inggris) itu menggugat kepedulian komunitas international dengan sebuah pernyataan keras: "Diam berarti terlibat membiarkan tragedi kemanusiaan itu terjadi!" Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas persoalan geopilitik Sahara Maroko yang belum terselesaikan dan dampak kemanusiaan di wilayah tersebut. Wilson Lalengke menekankan bahwa masyarakat Sahrawi, penduduk asli Sahara Maroko, telah mengalami pengungsian dan pengabaian selama puluhan tahun, diperburuk oleh kebuntuan politik dan terbatasnya akses pengawasan internasional. Sidang komite, yang diadakan di Ruang Konferensi 4 di Markas Besar PBB, dihadiri oleh para diplomat, perwakilan masyarakat sipil, dan pengamat media. Pidato Wilson Lalengke merupakan salah satu dari sejumlah petisioner yang diajukan selama tiga hari, masing-masing dibatasi hingga tiga menit dan didukung oleh layanan penerjemahan langsung. Mengakhiri pidatonya, Wilson Lalengke mengingatkan bahwa hukum international harus diterapkan dimanapun, termasuk di tempat paling terpencil di gurun Sahara. "Populasi pengungsi di Kamp Tindoef berhak atas keadilan, martabat dan harga diri, serta bebas dari rasa takut," tegas Ketua Umum PPWI itu menutup pidatonya. Rekaman video pidato Wilson Lalengke bersama petisioner lainnya dapat disimak di UN Web TV pada tautan ini:
Penulis: Agus Fiyantino
Diterbitkan: 11 Oktober 2025, 09:05 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Terkini
MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri
Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIBKronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 2 Oktober 2026 | 22:08 WIBLewat “The Break FAMILY”, Pelajar Sampaikan Pesan tentang Kepedulian dan Solidaritas Tanpa Kekerasan
Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:41 WIBFilm Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton
Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIBBeyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali
Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIBTaruli Phalti Patuan Resmi Pimpin Kejari Purbalingga, Jaksa Tegas dengan Pendekatan Humanis
Konten Redaksi Senin, 17 Agustus 2026 | 22:21 WIBMengenal Taruli Phalti Patuan, Kajari Purbalingga yang Tegas dan Humanis
Konten Redaksi Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:39 WIBDari Lari Subuh hingga Jadi Ormas, Dahnil Bongkar Filosofi Matahari Pagi Indonesia
Konten Redaksi Sabtu, 8 Agustus 2026 | 21:34 WIBPersiapan Purna Tugas, Syam Basrijal Dorong Ajudan Miliki Mentalitas Entrepreneur
Konten Redaksi Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14:45 WIBMengenal Ripsky Ardiansyah, Tiktoker Asal Karawang dengan Julukan "Duda Muda" yang Viral
Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:52 WIBBerawal dari Keraguan, Berakhir Menjadi Inspirasi Nasional: Kisah Guru Madrasah Asal Pamalayan Diabadikan dalam Buku "Inspirasi dari Pelosok Negeri"
Konten dari Pengguna Cerita Jumat, 17 Juli 2026 | 09:56 WIBNyalakan notifikasi untuk mendapatkan update berita terkini dari Distrik Banten News.