Jika pemimpinnya keliru, bukan berarti tanah airnya harus kita tinggalkan dalam hati.
Justru karena kita mencintai rumah ini, kita ingin melihatnya menjadi lebih baik. Karena kita mencintai bangsa ini, kita ingin kekuasaan berjalan dengan adil. Karena kita menghargai perjuangan para pendahulu, kita tidak ingin pengorbanan mereka berakhir hanya menjadi cerita sejarah yang kita kenang setiap bulan Agustus.
Kita boleh marah.
Kita boleh kecewa.
Kita boleh bersuara.
Kita boleh mengkritik.
Tetapi jangan kehilangan rasa cinta.
Sebab kebencian kepada penguasa jangan sampai berubah menjadi kebencian kepada bangsa. Kesalahan para oknum jangan sampai menghapus jasa jutaan orang baik yang setiap hari menjaga negeri ini dengan cara mereka masing-masing.
Indonesia terlalu berharga untuk dibenci hanya karena ulah segelintir manusia.
Bangsa ini dibangun oleh cinta, dirawat oleh perjuangan, dan diwariskan melalui pengorbanan. Tugas kita bukan membenci tanah air karena kecewa kepada mereka yang berkuasa, melainkan memastikan bahwa suatu hari nanti bangsa ini dikelola oleh orang-orang yang benar-benar memahami arti sebuah amanah.
Karena pada akhirnya, penguasa hanyalah bagian dari perjalanan sejarah.