Jumat, 2 Oktober 2026

Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

BAGIKAN:
Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya
0
Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

Jika pemimpinnya keliru, bukan berarti tanah airnya harus kita tinggalkan dalam hati.

Justru karena kita mencintai rumah ini, kita ingin melihatnya menjadi lebih baik. Karena kita mencintai bangsa ini, kita ingin kekuasaan berjalan dengan adil. Karena kita menghargai perjuangan para pendahulu, kita tidak ingin pengorbanan mereka berakhir hanya menjadi cerita sejarah yang kita kenang setiap bulan Agustus.

Kita boleh marah.

Kita boleh kecewa.

Kita boleh bersuara.

Kita boleh mengkritik.

Tetapi jangan kehilangan rasa cinta.

Sebab kebencian kepada penguasa jangan sampai berubah menjadi kebencian kepada bangsa. Kesalahan para oknum jangan sampai menghapus jasa jutaan orang baik yang setiap hari menjaga negeri ini dengan cara mereka masing-masing.

Indonesia terlalu berharga untuk dibenci hanya karena ulah segelintir manusia.

Bangsa ini dibangun oleh cinta, dirawat oleh perjuangan, dan diwariskan melalui pengorbanan. Tugas kita bukan membenci tanah air karena kecewa kepada mereka yang berkuasa, melainkan memastikan bahwa suatu hari nanti bangsa ini dikelola oleh orang-orang yang benar-benar memahami arti sebuah amanah.

Karena pada akhirnya, penguasa hanyalah bagian dari perjalanan sejarah.

Viral Upah Kupas Bawang, Tapi Jangan Lupakan Perintah Presiden Prabowo Kepada Kapolri dan Panglima TNI Usut Tambang Ilegal
Artikel Selanjutnya

Viral Upah Kupas Bawang, Tapi Jangan Lupakan Perintah Presiden Prabowo Kepada Kapolri dan Panglima TNI Usut Tambang Ilegal

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 17 Agustus 2026, 20:01 WIB · Diperbarui: 18 Agustus 2026, 01:54 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Makna Kartini dalam Dunia Pendidikan sebagai Cahaya Perubahan Generasi Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 22 April 2026 | 10:44 WIB

Saat Sekolah Diuji oleh Krisis Etika Generasi Muda

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 21 April 2026 | 06:20 WIB

Kartini, Pendidikan, dan Jalan Panjang Menuju Kesetaraan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 21 April 2026 | 06:19 WIB

Esensi Tes Kemampuan Akademik dan Realitas Literasi Pelajar Indonesia

Konten dari Pengguna Opini Senin, 20 April 2026 | 17:58 WIB

Guru Masa Kini Harus Melek Digital Demi Menjawab Tantangan Zaman

Konten dari Pengguna Opini Rabu, 15 April 2026 | 10:39 WIB

Indonesia Melek Huruf, Tapi Belum Melek Makna

Konten dari Pengguna Opini Senin, 13 April 2026 | 15:49 WIB

Jerih Payah yang Ternoda: Ketika TPG Guru Masih Dipotong “Biaya Tak Resmi”

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 11 April 2026 | 06:03 WIB

Anggaran Melimpah Guru Tetap Mengalah

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 10 April 2026 | 17:38 WIB

Kaos Kaki dan Luka Kecil dalam Kepercayaan Publik

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 9 April 2026 | 15:03 WIB

Bullying Ancaman Nyata bagi Masa Depan Pelajar

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 9 April 2026 | 13:51 WIB

Ketika Asap Rokok Mengalahkan Nilai Pendidikan

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 5 April 2026 | 12:56 WIB