Jumat, 2 Oktober 2026

Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

BAGIKAN:
Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya
0
Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

Karena itu, jangan sampai kesalahan sejumlah oknum membuat kita kehilangan kecintaan kepada negeri sendiri.

Kita boleh membenci perilaku korup, tetapi jangan membenci tanah air tempat jutaan manusia menggantungkan harapan. Kita boleh menolak kesewenang-wenangan, tetapi jangan membenci masyarakat yang setiap hari bekerja keras untuk keluarganya. Kita boleh kecewa kepada pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan, tetapi jangan sampai kekecewaan itu membuat kita merendahkan bangsa sendiri.

Sebab di negeri ini masih ada guru yang datang ke sekolah dengan sederhana tetapi mengajarkan anak-anak tentang masa depan.

Masih ada petani yang bangun sebelum matahari terbit demi menyediakan pangan bagi banyak orang. Masih ada pedagang kecil yang bertahan dengan kejujuran. Masih ada buruh yang bekerja keras demi sesuap nasi. Masih ada orang tua yang mengorbankan banyak hal agar anaknya dapat mengenyam pendidikan. Masih ada relawan yang membantu tanpa bertanya apa yang akan ia dapatkan.

Mereka adalah wajah bangsa yang sesungguhnya.

Bangsa bukan hanya gedung pemerintahan, bukan hanya pejabat, bukan hanya partai politik, bukan pula sekadar mereka yang sedang duduk di kursi kekuasaan. Bangsa adalah jutaan manusia yang hidup, bekerja, berdoa, mencintai keluarganya, menjaga lingkungannya, membantu sesamanya, dan berharap agar generasi setelahnya memiliki kehidupan yang lebih baik.

Maka, ketika kita menemukan banyak keburukan dalam pemerintahan, jangan sampai kita salah alamat dalam menumpahkan kemarahan.

Kritiklah orang yang salah.

Viral Upah Kupas Bawang, Tapi Jangan Lupakan Perintah Presiden Prabowo Kepada Kapolri dan Panglima TNI Usut Tambang Ilegal
Artikel Selanjutnya

Viral Upah Kupas Bawang, Tapi Jangan Lupakan Perintah Presiden Prabowo Kepada Kapolri dan Panglima TNI Usut Tambang Ilegal

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 17 Agustus 2026, 20:01 WIB · Diperbarui: 18 Agustus 2026, 01:54 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

GURU ADALAH PAHLAWAN TANPA SENAPAN, PEJUANG DI MEDAN KEBODOHAN

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Hari Anak Nasional: Menjaga Senyum, Merawat Mimpi, Menyiapkan Masa Depan Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 23 Juli 2026 | 07:52 WIB

Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 12 Mei 2026 | 09:02 WIB

Royal Baroe: Mempercantik Kota atau Mengabaikan Prioritas?

Konten dari Pengguna Opini Senin, 11 Mei 2026 | 15:25 WIB

Pelayanan Kesehatan di Banten: Antara Harapan dan Kenyataan Pasien

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:20 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Serang: Sudahkah Menyentuh Kebutuhan Masyarakat?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:09 WIB

Seompreng Harapan untuk Masa Depan Generasi Indonesia

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 10 Mei 2026 | 09:57 WIB

Prestasi Diakui, Kesejahteraan Diabaikan: Nasib Guru Berprestasi di Negeri Sendiri

Konten dari Pengguna Opini Jumat, 8 Mei 2026 | 05:53 WIB

Antara Bahagia dan Berlebihan, Fenomena Euforia Kelulusan di Kalangan Pelajar

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 7 Mei 2026 | 11:48 WIB

Tingginya Pengangguran di Kota Serang: Kurangnya Lapangan Kerja atau Kualitas SDM?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 6 Mei 2026 | 21:46 WIB