Karena itu, jangan sampai kesalahan sejumlah oknum membuat kita kehilangan kecintaan kepada negeri sendiri.
Kita boleh membenci perilaku korup, tetapi jangan membenci tanah air tempat jutaan manusia menggantungkan harapan. Kita boleh menolak kesewenang-wenangan, tetapi jangan membenci masyarakat yang setiap hari bekerja keras untuk keluarganya. Kita boleh kecewa kepada pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan, tetapi jangan sampai kekecewaan itu membuat kita merendahkan bangsa sendiri.
Sebab di negeri ini masih ada guru yang datang ke sekolah dengan sederhana tetapi mengajarkan anak-anak tentang masa depan.
Masih ada petani yang bangun sebelum matahari terbit demi menyediakan pangan bagi banyak orang. Masih ada pedagang kecil yang bertahan dengan kejujuran. Masih ada buruh yang bekerja keras demi sesuap nasi. Masih ada orang tua yang mengorbankan banyak hal agar anaknya dapat mengenyam pendidikan. Masih ada relawan yang membantu tanpa bertanya apa yang akan ia dapatkan.
Mereka adalah wajah bangsa yang sesungguhnya.
Bangsa bukan hanya gedung pemerintahan, bukan hanya pejabat, bukan hanya partai politik, bukan pula sekadar mereka yang sedang duduk di kursi kekuasaan. Bangsa adalah jutaan manusia yang hidup, bekerja, berdoa, mencintai keluarganya, menjaga lingkungannya, membantu sesamanya, dan berharap agar generasi setelahnya memiliki kehidupan yang lebih baik.
Maka, ketika kita menemukan banyak keburukan dalam pemerintahan, jangan sampai kita salah alamat dalam menumpahkan kemarahan.
Kritiklah orang yang salah.