Fenomena anak sekolah yang dengan bangga merokok setelah pulang sekolah, bahkan masih mengenakan seragam, menjadi potret yang memprihatinkan bagi dunia pendidikan saat ini.
Seragam yang seharusnya menjadi simbol identitas, kedisiplinan, dan kebanggaan sebagai pelajar, justru ikut tercoreng oleh perilaku yang bertolak belakang dengan nilai-nilai pendidikan itu sendiri.
Ironisnya, perilaku ini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan secara terbuka, seolah tanpa rasa bersalah atau takut terhadap penilaian sosial.
Jika kita amati di berbagai sudut jalan, warung, atau tempat nongkrong, tidak sulit menemukan siswa yang baru saja pulang sekolah, masih lengkap dengan atributnya, sambil menghisap rokok.
Ada yang berjalan santai, ada yang duduk bersama teman-temannya, bahkan ada yang merokok sambil berkendara.
Pemandangan ini seolah menjadi hal yang biasa, bukan lagi sesuatu yang mengejutkan. Inilah yang patut menjadi perhatian serius: ketika perilaku negatif tidak lagi dianggap menyimpang, melainkan menjadi kebiasaan yang diterima.
Dari sudut pandang pendidikan, tentu hal ini merupakan sebuah kegagalan dalam membentuk karakter siswa. Sekolah selama ini telah berupaya menanamkan nilai-nilai positif, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, hingga perilaku hidup sehat.