Ahmad Rizal Ramdhani dari Bulog menambahkan, target serapan beras tahun 2026 adalah 4 juta ton. Dengan target ini, stok beras nasional diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton pada akhir tahun.
Kondisi surplus ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan minyak goreng sebesar 43.000 kiloliter per bulan.
Stok gula juga dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan hingga Idulfitri. Sementara itu, Polri terus melanjutkan Program Gerakan Pangan Murah yang telah dimulai sejak tahun 2025.
Program GPM ini merupakan inisiatif strategis dan bentuk komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga pangan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
Melalui Satgas GPM Polri, berbagai langkah konkret dilakukan untuk memperkuat distribusi pangan. Pada tahun 2025, Satgas GPM Polri bahkan mencatatkan capaian luar biasa dalam penyaluran beras SPHP.
Dari target awal 131.883 ton, Satgas berhasil merealisasikan penyaluran hingga 195.636 ton. Angka ini mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan.
Keberhasilan tersebut membuat Polri kembali dipercaya untuk menyalurkan beras SPHP pada tahun anggaran 2026. Tahun ini, Polri menargetkan penyaluran sebesar 82.800 ton beras SPHP.
Jumlah ini mewakili sekitar 10 persen dari total target penyaluran nasional yang dikelola Perum Bulog. Untuk memastikan manfaat program dirasakan secara luas, Polri mengoptimalkan keterlibatan seluruh jajaran.