Selasa, 18 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan

BAGIKAN:
Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan
0
Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan
Pengamat kebijakan publik Haidar Alwi menjelaskan bahwa efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp205 triliun memiliki konsekuensi politik. (Dok. Ist)
Iklan

Jakarta - Pemerintah berencana kembali melakukan efisiensi belanja kementerian dan lembaga.

Langkah ini diambil sebagai strategi menahan tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia, terutama karena konflik di Timur Tengah.

Namun, ruang efisiensi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara disebut tidak lagi luas.

Sekitar Rp335 triliun sudah terpakai lebih dulu untuk program Makan Bergizi Gratis .

Dana untuk MBG berasal dari relokasi anggaran pendidikan sebesar Rp223,6 triliun dan anggaran kesehatan Rp24,7 triliun.

Selain itu, ada relokasi fungsi ekonomi Rp19,7 triliun serta Rp67 triliun dari hasil efisiensi awal kementerian/lembaga.

Menurut Pendiri Haidar Alwi Institute , R. Haidar Alwi, sumber daya yang paling mudah dipangkas sudah lebih dulu digunakan.

Ruang efisiensi yang tersisa kini sempit dan penuh konsekuensi. APBN 2026 mencatat belanja pemerintah pusat sekitar Rp3.149,7 triliun.

Iklan
Prabowo: Indonesia Bisa Keluar dari BoP Jika Tak Untungkan Nasional dan Palestina
Artikel Selanjutnya

Prabowo: Indonesia Bisa Keluar dari BoP Jika Tak Untungkan Nasional dan Palestina

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 20 Maret 2026, 13:54 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini