Senin, 5 Oktober 2026

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

BAGIKAN:
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tinda...
0
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya dalam menolak segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan dan pelecehan seksual yang belakangan menjadi perhatian publik. Penegasan ini disampaikan menyusul maraknya hoaks dan disinformasi di media sosial yang sengaja dibingkai untuk menyerang dirinya terkait kasus kekerasan seksual.

Menag menilai, penyebaran informasi yang tidak benar tidak hanya menyesatkan masyarakat, tetapi juga dapat mengaburkan fokus utama dalam penanganan kasus, yaitu perlindungan terhadap korban dan penegakan nilai kemanusiaan.

“Sikap saya terkait tindak kakerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” tegas Menag di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, persoalan kekerasan seksual bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral yang harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa tindakan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan harus dilawan bersama tanpa pengecualian.

“Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama," sambungnya.

Lebih lanjut, Menag menyoroti pentingnya lembaga pendidikan sebagai ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi peserta didik. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan agama, termasuk pondok pesantren, harus menjadi tempat yang memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak dalam menuntut ilmu.

“Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar, harus menjadi contoh masyarakat yang ideal”, ujar Menag.

Sebagai bentuk keseriusan, Kementerian Agama telah memperkuat regulasi serta mekanisme pembinaan di berbagai satuan pendidikan keagamaan. Langkah ini dilakukan guna memastikan pengawasan berjalan lebih optimal, terutama dalam mencegah berbagai bentuk penyimpangan di lingkungan pondok pesantren.

Kanwil Ditjenpas Maluku - Sinode GPM Perkuat Sinergi, Wujudkan Pemasyaraktan Humanis dan Spiritual
Artikel Selanjutnya

Kanwil Ditjenpas Maluku - Sinode GPM Perkuat Sinergi, Wujudkan Pemasyaraktan Humanis dan Spiritual

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 10 Mei 2026, 08:08 WIB · Diperbarui: 10 Mei 2026, 17:11 WIB
Sumber: Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Momen Hangat HUT TNI ke-81, Lapas Bandanaira Bikin Kejutan untuk Jajaran Koramil 1502-01/Banda

Konten dari Pengguna Siaran Pers Senin, 5 Oktober 2026 | 05:31 WIB

Mengawal Kampanye di Ruang Digital: Menguji Efektivitas Pengawasan Bawaslu pada Pemilu 2024

Konten dari Pengguna Opini Senin, 5 Oktober 2026 | 05:11 WIB

Evaluasi Kinerja, Lapas Bandanaira Gelar Rapat Dinas dan Paparkan Capaian

Konten dari Pengguna Siaran Pers Senin, 5 Oktober 2026 | 03:48 WIB

Resmi Dilantik Kapolri, Irjen Hendra Kurniawan Kini Pimpin Polda Banten

Konten Redaksi Minggu, 4 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Era Algoritma Jadi Tantangan Pers, Akhmad Munir Soroti Peran Negara

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Irjen Hengki Jadi Kapolda Jabar, Gantikan Pipit Rismanto

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Rotasi 88 Perwira, 19 Kapolda Berganti

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 04:52 WIB

Dirjenpas Mashudi Mundur Usai Polemik Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Konten Redaksi Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:10 WIB

BPOM Bongkar Gudang Produk Ilegal di Tangerang, 459 Ribu Produk Diamankan

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:27 WIB