Manajemen Priangan.com juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh konten yang beredar di media sosial, terlebih melakukan tindakan sendiri yang berpotensi menimbulkan konflik.
Selain Facebook, video serupa disebut turut beredar melalui platform TikTok dengan menggunakan akun yang sama.
Peredaran konten lintas platform tersebut menjadi perhatian manajemen karena media sosial memungkinkan sebuah unggahan menyebar dengan cepat dan menjangkau lebih banyak orang dalam waktu singkat.
Manajemen Priangan.com memastikan pihaknya memilih jalur hukum untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik terbuka.
“Kami memilih jalur hukum karena tidak ingin persoalan ini berkembang. Kritik silakan, keberatan silakan, tetapi jangan sampai perbedaan pendapat berubah menjadi ancaman terhadap keselamatan karyawan,” ujar Yana.
Dengan langkah tersebut, manajemen berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan secara objektif berdasarkan bukti digital yang tersedia.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan pihak lain.
Persoalan yang bermula dari pernyataan pribadi di media sosial kini telah berkembang menjadi polemik yang menyita perhatian publik. Manajemen Priangan.com menegaskan bahwa perbedaan pandangan tetap dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum tanpa harus berujung pada pengerahan massa maupun tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.