Beberapa komentar bahkan menggunakan kata-kata yang bernada ajakan pengerahan massa. Di antaranya, akun @Mara Sumpena menulis, “Gas keun lah hayu urang rame rame...”.
Sementara akun @Darsu Cgat menulis, “Gulung we... gurudug rame2.”
Komentar lain juga berisi seruan seperti “Tong di antep lurrr, sikat”, “Hayu urang abringkeun lah”, hingga “siap... aing merapat imfo waktunya.”
Banyaknya komentar dan respons tersebut membuat manajemen Priangan.com menilai persoalan telah berkembang melampaui perdebatan mengenai pernyataan pribadi seseorang.
Redaktur News Priangan.com, Yana Taryana, mengatakan pihaknya menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik, pendapat maupun keberatan. Namun, menurut dia, kebebasan tersebut semestinya tidak berkembang menjadi ajakan pengerahan massa ke kantor media.
“Kami tidak mempermasalahkan kritik terhadap ucapan pribadi siapa pun. Tetapi ketika muncul ajakan menggeruduk kantor, kemudian berkembang sampai ada yang menyebarkan alamat lokasi dan foto kantor, tentu ini menimbulkan keresahan,” kata Yana.
Menurut Yana, keresahan di lingkungan redaksi semakin meningkat setelah informasi mengenai lokasi kantor Priangan.com mulai beredar di media sosial.
Bahkan, kata dia, terdapat pihak yang disebut mengambil foto kantor kemudian menyebarkannya melalui media sosial.