Jumat, 3 Juli 2026
Login Kirim Tulisan
Konten dari Pengguna

Dapur MBG di Lapas dan Rutan Jadi Langkah Baru Pembinaan Warga Binaan

BAGIKAN:
Dapur MBG di Lapas dan Rutan Jadi Langkah Baru Pembinaan War...
0
Dapur MBG di Lapas dan Rutan Jadi Langkah Baru Pembinaan Warga Binaan
Iklan

Lingkungan lembaga pemasyarakatan selama ini identik dengan tempat pembinaan bagi para warga binaan. Namun ke depan, kawasan lapas dan rutan diproyeksikan memiliki peran yang lebih luas melalui kehadiran dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dipersiapkan di berbagai daerah Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, sekaligus menghadirkan ruang pembinaan kerja yang lebih produktif bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, para narapidana dan tahanan yang memenuhi syarat akan dilibatkan dalam aktivitas pengolahan makanan dengan pendampingan dan pengawasan petugas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi menjelaskan bahwa puluhan dapur MBG saat ini tengah dipersiapkan di area pemasyarakatan dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Mei 2026. Jumlah yang sedang dibangun mencapai 36 titik dan tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Pembangunan dapur dilakukan di lahan milik pemasyarakatan yang dinilai layak digunakan sebagai lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari puluhan titik yang telah direncanakan, sebagian di antaranya sudah memasuki tahap penyelesaian fasilitas sehingga siap digunakan dalam waktu dekat.

Melalui program tersebut, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ikut mendukung pelaksanaan MBG dengan menyediakan lahan untuk pembangunan dapur. Sementara itu, pengelolaan pemanfaatan lahan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional yang nantinya memberikan biaya sewa sebagai bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, program ini juga dipandang mampu membuka kesempatan baru bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan praktis. Mereka yang dilibatkan nantinya akan mendapatkan pembinaan terkait tata kelola dapur, kebersihan makanan, hingga kedisiplinan kerja.

Sejumlah lapas bahkan mulai menata fasilitas dapur modern dengan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat. Persiapan tersebut dilakukan agar proses produksi makanan tetap memenuhi standar kesehatan sebelum didistribusikan kepada penerima program. Meski demikian, keterlibatan warga binaan tetap melalui proses seleksi. Faktor kesehatan, perilaku selama masa pembinaan, serta kesiapan mengikuti pelatihan menjadi pertimbangan utama sebelum mereka diberi kesempatan bekerja di dapur MBG.

Program ini dinilai menghadirkan manfaat sosial yang cukup luas. Selain membantu pelaksanaan program makan bergizi nasional, keberadaan dapur MBG juga dapat menjadi sarana pembentukan karakter, tanggung jawab, serta keterampilan kerja bagi warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat. Ke depan, keberadaan dapur MBG di lapas dan rutan diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih produktif. Tidak hanya sebagai tempat menjalani masa hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembinaan yang memberikan nilai manfaat bagi masyarakat dan masa depan warga binaan itu sendiri.

Iklan
Rahasia Anak Cerdas dan Dekat dengan Orang Tua, Ternyata Berawal Dari Buku Cerita
Artikel Selanjutnya

Rahasia Anak Cerdas dan Dekat dengan Orang Tua, Ternyata Berawal Dari Buku Cerita

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi distrikbantennews.com.
Iklan
Iklan
Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 10 Mei 2026, 09:06 WIB · Diperbarui: 10 Mei 2026, 17:10 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Maaf, Adblocker Terdeteksi

Iklan adalah sumber pendapatan kami untuk menyajikan berita berkualitas. Mohon nonaktifkan Adblocker Anda, lalu muat ulang halaman.