DISTRIKBANTENNEWS.COM, Wahai - Tim medis Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai melaksanakan program Perawatan Keliling pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menyambangi langsung setiap kamar hunian untuk mengantisipasi efek perubahan pola makan drastis setelah Ramadan dan Idulfitri.
Langkah jemput bola ini diambil menyusul adanya lonjakan kasus kesehatan ringan di blok hunian. Hasil pemeriksaan menunjukkan mayoritas Warga Binaan mengalami kenaikan tekanan darah (tensi) dan kadar gula darah.
Kondisi tersebut diduga kuat dipicu oleh pola konsumsi hidangan khas Lebaran. Makanan-makanan ini cenderung tinggi natrium, lemak, dan gula setelah sebulan penuh berpuasa.
Dahyu Keliobas, salah satu tim medis Lapas Wahai, menjelaskan bahwa Perling kali ini difokuskan pada skrining hipertensi dan diabetes melitus. Selain itu, tim juga memberikan edukasi gizi seimbang kepada Warga Binaan.
"Kami memantau ada kecenderungan kenaikan tensi dan gula darah. Setelah sebulan berpuasa, metabolisme tubuh Warga Binaan kembali beradaptasi, namun seringkali pola konsumsi makanan santan dan gula secara berlebihan juga tidak baik," ujar Dahyu Keliobas.
Ia menambahkan, "Melalui Perling, kami langsung memberikan intervensi medis di tempat."
Salah satu Warga Binaan berinisial HR mengaku merasa kurang fit sejak hari raya kedua. Ia sempat enggan ke klinik karena mengira hanya kelelahan biasa.
"Jujur, badan terasa berat dan sering pusing di bagian tengkuk setelah Lebaran kemarin. Ternyata pas dicek tadi, tensi saya naik dan gula darah juga tinggi karena kebanyakan makan yang manis-manis di kamar," ungkap HR.