Sabtu, 3 Oktober 2026

Krisis Moral Bangsa: Kekerasan Seksual dan Runtuhnya Nilai-Nilai Kewarganegaraan

BAGIKAN:
Krisis Moral Bangsa: Kekerasan Seksual dan Runtuhnya Nilai-N...
0
Krisis Moral Bangsa: Kekerasan Seksual dan Runtuhnya Nilai-Nilai Kewarganegaraan
Dokumentasi Unsplash

Oleh: Iqbal Alfiansyah (251011401234) Mahasiwa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang

 

Kekerasan Seksual Bukan Sekadar Kejahatan — Ini Cermin Gagalnya Pendidikan Kewarganegaraan Kita

Kekerasan seksual adalah salah satu bentuk kejahatan paling brutal yang bisa menimpa manusia. Ia bukan hanya melukai tubuh, tetapi menghancurkan jiwa, merebut martabat, dan meninggalkan luka yang tak kasat mata seumur hidup. Di Indonesia, angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun — dan yang paling menyayat hati, korbannya semakin muda, dan pelakunya semakin dekat: guru, pengasuh, bahkan sesama pelajar.

Fenomena ini bukan semata persoalan hukum. Ini adalah gejala krisis moral dan kewarganegaraan yang dalam. Ketika seseorang berani melanggar tubuh dan hak orang lain, ia sedang menginjak-injak nilai-nilai dasar yang seharusnya ditanamkan sejak dini melalui Pendidikan Kewarganegaraan: penghormatan terhadap HAM, kesetaraan, keadilan, dan martabat manusia.

Data berbicara keras. Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XIII DPR RI pada 2 Februari 2026, Komnas Perempuan menegaskan bahwa child grooming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan, melalui relasi kuasa yang timpang dan manipulasi emosional. Data pemantauan menunjukkan kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan paling banyak terjadi pada usia 14–17 tahun. Komnas Perempuan menyoroti dominasi cyber grooming di ranah publik sebagai medium utama pelaku. Komnas Perempuan merekomendasikan DPR untuk memperkuat pengawasan implementasi UU TPKS, serta meminta media menghindari framing yang menyalahkan korban.

Sumber: Komnas Perempuan · Februari 2026 · komnasperempuan.go.id/kabar-perempuan-detail/komnas-perempuan-tegaskan-child-grooming-sebagai-kekerasan-berbasis-gender-dalam-rdp-komisi-xiii-dpr-ri

Yang lebih mengkhawatirkan, kekerasan ini telah merambah ke tempat yang paling seharusnya aman: sekolah. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat 22 kasus kekerasan di satuan pendidikan selama Januari–Maret 2026, dan 91% di antaranya merupakan kekerasan seksual. Rata-rata terjadi tujuh kasus per bulan. Guru menjadi pelaku terbanyak dengan 54,5%, diikuti pimpinan pondok pesantren 18%, dan sesama siswa 14%. FSGI memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, angka kekerasan di sekolah sepanjang 2026 diprediksi akan melampaui tahun sebelumnya. Ketua Umum FSGI menilai kondisi ini mencerminkan persoalan serius dalam sistem perlindungan anak di sekolah.

Sumber: Detik.com / Mili.id · April 2026 · mili.id/baca-23258-lonjakan-kekerasan-seksual-di-sekolah-awal-2026-fsgi-alarm-serius-dunia-pendidikan

Pimpin Apel Pagi, Karutan Manna Tekankan Kekompakan dan Integritas Pegawai
Artikel Selanjutnya

Pimpin Apel Pagi, Karutan Manna Tekankan Kekompakan dan Integritas Pegawai

Kontributor: Ghefira Lia
Diterbitkan: 5 Mei 2026, 12:19 WIB · Diperbarui: 5 Mei 2026, 17:48 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tak Sekadar Catat Identitas, Lapas Cianjur Petakan Kebutuhan Warga Binaan

Konten Redaksi Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Bongkar Sampai Akar! Mahasiswa Soroti 52 Juta Batang Rokok Ilegal di Merak

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:28 WIB

BPOM Bongkar Gudang Produk Ilegal di Tangerang, 459 Ribu Produk Diamankan

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Polres Serang Respons Keluhan Debu PT Yanfa, Fakta Lapangan Akan Didalami

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 20:22 WIB

Lapas Bandanaira Lakukan Pengawasan dan Penertiban Barang serta Fasilitas Kamar Hunian

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 30 September 2026 | 14:56 WIB

Pokir DPRA Disebut Capai Rp1 Triliun, GAANAS Desak KPK Telusuri Alur Anggaran

Konten Redaksi Selasa, 29 September 2026 | 19:25 WIB

Enam Bulan Menghilang, DPO Kasus Anak Akhirnya Diciduk Polisi Saat Temui Korban

Konten Redaksi Selasa, 29 September 2026 | 11:28 WIB