DISTRIKBANTENNEWS.COM, Bandanaira - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bandanaira menggelar pelatihan pembuatan sirup pala bagi Warga Binaan pada Rabu lalu (7/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui kegiatan produktif berbasis potensi lokal.
Pelatihan tersebut melibatkan peserta magang dan berada di bawah pengawasan Staf Pembinaan, Dean Chennjiro Vernandito Pattiruhu. Warga Binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan, pencucian, hingga proses pengupasan buah pala.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Bandanaira, Rustam Kasoor, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan aplikatif. Keterampilan tersebut juga memiliki nilai ekonomi.
“Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas, baik untuk bekerja maupun berwirausaha. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan sikap produktif dan mandiri,” ujar Rustam.
Salah satu peserta magang, Novi Aryanti Arif, menerangkan metode pembuatan sirup pala disusun secara sederhana. agar mudah dipahami dan langsung dipraktikkan oleh Warga Binaan.
“Prosesnya relatif mudah dan bisa langsung dipraktikkan. Warga Binaan sangat kooperatif dan mengikuti kegiatan dengan semangat,” ungkap Novi.
Novi menambahkan, pemilihan pala sebagai bahan utama didasarkan pada potensi lokal Banda Naira yang melimpah. Potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai produk olahan bernilai ekonomi.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan, mengapresiasi kontribusi peserta magang. Kehadiran mereka dinilai mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian.
“Kehadiran peserta magang memberi warna positif dalam pembinaan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembinaan Warga Binaan merupakan tanggung jawab bersama dan dapat dilakukan secara kreatif serta bermanfaat,” kata Amier.
"Melalui sinergi antara petugas dan peserta magang, Lapas Bandanaira terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian. Ini menjadi bekal penting bagi reintegrasi sosial Warga Binaan agar mereka mampu kembali berperan positif di tengah masyarakat," tutup Pelaksana Harian Kepala Lapas Bandanaira, Amier Azan.
***