Daftar isi [Tampilkan]
Artinya:
“Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Niat ini sebaiknya dilafalkan pada malam hari hingga sebelum terbit fajar, sebagaimana ketentuan dalam puasa wajib. Hal ini berbeda dengan puasa sunnah yang masih diperbolehkan berniat di pagi hari sebelum tergelincirnya matahari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Pelaksanaannya tidak harus berturut-turut, sehingga umat Islam memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu.
Bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, sebagian ulama menganjurkan untuk mendahulukan qadha terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan puasa Syawal.
Namun, jika mengikuti pendapat yang membolehkan penggabungan, maka keduanya dapat dilakukan secara bersamaan.
Bulan Syawal bukan hanya menjadi penutup dari rangkaian ibadah Ramadhan, tetapi juga menjadi awal untuk menjaga konsistensi dalam beribadah.
Puasa enam hari di bulan ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan, namun tidak boleh mengesampingkan kewajiban qadha bagi yang masih memiliki utang puasa.
Perbedaan pendapat ulama terkait penggabungan puasa qadha dan puasa Syawal hendaknya disikapi dengan bijak.