DISTRIKBANTENNEWS.COM, Bekasi - Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilang Esa Mohammad, meminta Pemerintah Kota Bekasi mengevaluasi berbagai persoalan mendasar. disampaikan menjelang Hari Jadi ke-29 Kota Bekasi pada 10 Maret 2026.
Isu-isu seperti infrastruktur jalan, banjir, pengelolaan sampah, hingga transportasi perlu menjadi perhatian serius. Gilang menilai usia hampir tiga dekade sebagai daerah otonom harus menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah.
"Peringatan HUT ke-29 ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang Kota Bekasi sebagai daerah otonom. Tidak terasa sudah hampir 30 tahun sejak berpisah dari Kabupaten Bekasi,” ujar Gilang kepada awak media, pada Kamis kemarin (5/3/2026).
Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi yang membidangi infrastruktur, Gilang menyoroti banyaknya jalan rusak dan berlubang. Kondisi ini terutama terjadi di wilayah perbatasan dengan Jakarta yang merupakan akses utama masyarakat.
Ia mengaku sering menerima laporan warga melalui media sosial dan pesan pribadi terkait kondisi jalan yang membahayakan pengguna. Laporan tersebut menyebutkan adanya kendaraan yang rusak hingga pengendara sepeda motor terjatuh.
“Banyak warga menyampaikan keluhan melalui pesan di media sosial maupun WhatsApp terkait jalan berlubang di Kota Bekasi. Bahkan ada kendaraan yang rusak hingga pengendara sepeda motor terjatuh,” katanya. Menurut Gilang, kerusakan jalan seharusnya dapat ditangani lebih cepat oleh tim Unit Reaksi Cepat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.
Penanganan tidak perlu menunggu laporan resmi dari masyarakat. Selain infrastruktur jalan, persoalan banjir juga menjadi perhatian utama.
Gilang mengingatkan banjir besar pada 4 Maret 2025 lalu harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Penanganan banjir, menurutnya, perlu dilakukan secara menyeluruh dari kawasan hulu hingga hilir.
***