KOTA TANGERANG SELATAN — Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Tangerang Selatan berlangsung aman dan kondusif. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik keramaian dan pos pengamanan terpadu pada Rabu malam (31/12/2025), untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan tertib dan terkendali.
Monitoring dilakukan di berbagai lokasi strategis, di antaranya kawasan Alam Sutera, Taman Kesehatan, dan Bintaro. Dari hasil pemantauan tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran perayaan malam tahun baru di wilayahnya.
“Alhamdulillah pemantauan kami, pergerakan orang berjalan lancar. Partisipasi keterlibatan masyarakat tinggi, termasuk di pelosok wilayah para ketua RT dan RW ikut memantau keamanan lingkungan,” ucap Benyamin.
Kondisi cuaca yang bersahabat turut mendukung situasi tetap kondusif. Selain itu, kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang telah ditetapkan menjadi faktor penting suksesnya pengamanan malam pergantian tahun.
“Ditambah cuaca juga mendukung yang tidak hujan dan tidak panas. Lalu larangan kembang api dan petasan juga dipatuhi oleh masyarakat, semuanya berjalan lancar dan baik,” tambahnya.
Pasca perayaan malam tahun baru, Pemkot Tangsel memastikan seluruh perangkat daerah tetap siaga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) terus disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
“Sampai dengan besok pagi semua bisa berjalan dengan baik. Pesapon dari dinas lingkungan hidup juga bersiap apabila ada sampah-sampah pasca perayaan tahun baru. BPBD dan Damkar juga siap,” terangnya.
Benyamin menjelaskan, total 978 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan dalam pengamanan malam tahun baru. Pengamanan tidak hanya difokuskan di jalan-jalan utama, tetapi juga menjangkau lingkungan permukiman melalui patroli dan siskamling di wilayah pelosok.
“Ya karena disini kan posko utamanya. Tapi di bawahnya, dilakukan patroli-patroli atau siskamling di pelosok-pelosok. Alhamdulillah berjalan sesuai pemantauan kami,” katanya.
Di bidang kesehatan, Pemkot Tangsel juga menyiagakan tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta 35 puskesmas secara bergantian untuk mengantisipasi kebutuhan medis masyarakat.
“Tetap kita siagakan secara bergilir. Tapi laporan-laporan yang dihimpun relatif tidak ada kejadian-kejadian yang besar,” tutupnya.***