Jumat, 3 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Menggali Potensi Talas Beneng sebagai Inovasi Unggulan Pertanian Banten

BAGIKAN:
Menggali Potensi Talas Beneng sebagai Inovasi Unggulan Perta...
0
Menggali Potensi Talas Beneng sebagai Inovasi Unggulan Pertanian Banten
Iklan

Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan berbagai komoditas unggulan yang berdaya saing tinggi. Salah satu potensi lokal yang menjanjikan adalah talas beneng (Xanthosoma undipes), tanaman khas Provinsi Banten yang kaya karbohidrat dan berpotensi menjadi pangan alternatif pengganti beras.

Talas beneng memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan agroindustri lokal, sehingga penting untuk dikembangkan sebagai inovasi pertanian unggulan Banten yang mampu meningkatkan nilai tambah dan kemandirian daerah.

Talas beneng tumbuh di sekitar Gunung Karang, Pandeglang, baik liar maupun hasil budidaya. Umbinya berukuran besar dengan panjang hingga 1,5 meter dan berat mencapai 40 kilogram, berwarna coklat dengan daging kuning muda.

Dengan potensi ukuran dan kandungan gizinya, talas beneng layak dikembangkan sebagai inovasi pertanian bernilai ekonomi tinggi melalui pengolahan menjadi berbagai produk pangan lokal.

Salah satu inovasi utama adalah tepung talas beneng, yang memiliki kadar air 6,10%, protein 6,70%, karbohidrat 80,70%, serta serat pangan 2,43%. Selain itu, kandungan mineralnya juga tinggi, yaitu zat besi (Fe) sebesar 16,24 mg/100 g dan seng (Zn) sebesar 7,4 mg/100 g—lebih tinggi dibandingkan standar SNI tepung terigu.

Dengan nilai gizi tersebut, tepung talas beneng sangat potensial dijadikan bahan pangan olahan maupun bahan fortifikasi. Tepung ini dapat diolah menjadi berbagai produk sehat bebas gluten seperti mie, roti, kue, biskuit, dan camilan sehat, dengan tambahan bahan pengikat alami seperti pati jagung, tepung tapioka, xanthan gum, atau putih telur untuk meningkatkan elastisitas adonan.

Selain tepung, keripik talas beneng juga menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi. Berdasarkan hasil analisis laboratorium, keripik ini memiliki kandungan air 1,51%, abu 3,46%, lemak 20,85%, protein 3,05%, karbohidrat 71,22%, dan energi sebesar 484,36 kkal per 100 gram.

Kandungan serat pangan sebesar 3,56% dan beta karoten (provitamin A) sebesar 16,71 ppm menjadikan keripik talas beneng sebagai pangan bergizi yang dapat membantu menjaga kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh.

Iklan
Agroindustri sebagai Penggerak Pembangunan Pertanian Indonesia
Artikel Selanjutnya

Agroindustri sebagai Penggerak Pembangunan Pertanian Indonesia

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 12 Oktober 2025, 11:49 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Maaf, Adblocker Terdeteksi

Iklan adalah sumber pendapatan kami untuk menyajikan berita berkualitas. Mohon nonaktifkan Adblocker Anda, lalu muat ulang halaman.