Namun, ada juga hadits lain yang menunjukkan bahwa tanda-tanda ini tidak selalu tampak bagi setiap orang. Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar dengan ibadah ikhlas.
Umat Islam dianjurkan beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Keberkahan Lailatul Qadar bergantung pada ketulusan ibadah dan niat.
Kita harus beribadah untuk mencari keridhaan Allah, bukan tanda-tanda fisik.
Mengapa Lailatul Qadar Itu Penting?
Malam Lailatul Qádar sangat penting karena keutamaannya yang luar biasa.
Selain itu, malam ini adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits.
Dalam hadits itu, Nabi Muhammad SAW bersabda.
وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya, "Dan barangsiapa menghidupkan malam lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala-Nya maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya." (HR Al-Bukhari).Lailatul Qádar tidak hanya dilakukan dengan memperhatikan tanda-tanda fisik, melainkan dengan memperbanyak ibadah, berdoa, dan memperbaiki diri. Hal ini sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW agar umat Islam senantiasa berusaha memperbaiki amalan dan niat mereka, tanpa bergantung pada apa yang tampak di luar.