Senin, 5 Oktober 2026

10 Kebiasaan Pemicu Ketidakbahagiaan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

BAGIKAN:
10 Kebiasaan Pemicu Ketidakbahagiaan, Ini Dampaknya bagi Kes...
0
10 Kebiasaan Pemicu Ketidakbahagiaan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Ilustrasi — 10 Kebiasaan Pemicu Ketidakbahagiaan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan.

Distrik Banten News - Kebahagiaan setiap orang hadir dalam bentuk yang beragam dan sering kali luput dari perhatian. Sebaliknya, perasaan tidak bahagia cenderung lebih mudah dikenali dan dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tidak bahagia bahkan disebut memiliki efek “menular” bagi lingkungan sekitar. Fenomena ini kerap dianalogikan seperti perokok pasif, di mana seseorang dapat terdampak negatif hanya karena berada di dekat individu dengan kondisi emosional yang buruk.

Hal tersebut diperkuat oleh riset panjang bertajuk Terman Study yang dilakukan oleh Stanford University selama lebih dari delapan dekade. Studi itu menemukan bahwa individu yang hidup di sekitar orang-orang tidak bahagia cenderung memiliki kondisi kesehatan lebih buruk serta usia yang lebih pendek.

Di sisi lain, kebahagiaan juga sering dikaitkan dengan kondisi ekonomi. Namun, temuan dari University of Illinois menunjukkan bahwa individu dengan penghasilan lebih dari USD10 juta per tahun hanya mengalami sedikit peningkatan kebahagiaan dibandingkan mereka yang berpenghasilan lebih rendah.

Fakta tersebut menegaskan bahwa faktor eksternal bukanlah penentu utama kebahagiaan. Para peneliti dari University of California mengungkapkan bahwa genetik dan kondisi kehidupan hanya menyumbang sekitar 50 persen terhadap tingkat kebahagiaan seseorang. Sisanya ditentukan oleh pola pikir dan kebiasaan individu itu sendiri.

Media bisnis global Forbes juga mencatat bahwa individu yang tidak bahagia cenderung dijauhi lingkungan sosialnya. Kondisi ini berpotensi menciptakan lingkaran negatif yang semakin memperparah perasaan tersebut.

Lebih lanjut, para ahli menilai bahwa rasa tidak bahagia dapat muncul secara tiba-tiba, sementara kebahagiaan terbentuk dari kebiasaan yang konsisten, baik dalam cara berpikir maupun berperilaku.

Sejumlah kebiasaan berikut dinilai menjadi pemicu utama ketidakbahagiaan yang perlu diwaspadai:

Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tahan Lama
Artikel Selanjutnya

Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tahan Lama

Penulis: Hasan Komarudin
Diterbitkan: 12 April 2026, 21:30 WIB · Diperbarui: 12 April 2026, 17:30 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

ILHAM 7S: Kreator Gaming Indonesia dengan Perjalanan Konsisten Membangun Komunitas Digital

Konten dari Pengguna Cerita Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Konten dari Pengguna Cerita Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB