Jika pemerintah benar-benar memprioritaskan pendidikan, mengapa mereka mudah mengurangi anggarannya saat keuangan negara tertekan?
Sebuah keluarga yang benar-benar mengutamakan pendidikan anak-anaknya tidak akan tiba-tiba berhenti membayar uang sekolah hanya karena tagihan listrik membengkak. Mereka akan mengatur ulang keuangan, mencari solusi, dan melakukan pengorbanan lain—apa pun, kecuali mengorbankan pendidikan.
Namun, di tingkat negara, pendidikan sering kali menjadi korban pertama. Anggaran infrastruktur tetap megah, proyek-proyek besar tetap berjalan, sementara pendidikan?
Ia seperti tamu yang diundang ke pesta kebijakan, tetapi diberi kursi di pojok dan disajikan makanan terakhir.
Mahasiswa dalam Kabut Ketidakpastian
Kita sering lupa bahwa edukasi bukan hanya tentang sekolah dan universitas. Edukasi adalah perjalanan, dan perjalanan membutuhkan kepastian.
Bagi ribuan mahasiswa penerima KIP Kuliah, kepastian itu adalah segalanya. Beasiswa ini bukan sekadar tunjangan, melainkan fondasi yang memungkinkan mereka tetap berada di bangku kuliah.
Ini adalah uang untuk membayar kos, membeli buku, bahkan sekadar memastikan mereka bisa makan dengan layak setiap hari.
Saepullah, Presiden Mahasiswa STAI Wasilatul Falah, menyoroti dampak nyata dari ketidakpastian ini.