Sabtu, 3 Oktober 2026

Jeritan Anak di Balik Dinding Daycare

BAGIKAN:
Jeritan Anak di Balik Dinding Daycare
0
Jeritan Anak di Balik Dinding Daycare

Viralnya dugaan kasus kekerasan di sebuah tempat penitipan anak atau daycare di Yogyakarta membuat publik geram. Tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak justru diduga berubah menjadi lokasi perlakuan kasar, intimidasi, bahkan tindakan tidak pantas dalam pengasuhan. Informasi yang beredar menyebut adanya dugaan anak diikat, diseret, hingga dipukul. Kepolisian pun turun tangan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Kemarahan masyarakat muncul karena anak-anak merupakan kelompok paling rentan. Mereka belum mampu membela diri, belum bisa menjelaskan pengalaman traumatis secara utuh, bahkan sering belum memahami bahwa perlakuan yang diterimanya adalah tindakan salah. Saat orang tua menitipkan anak ke daycare, yang diserahkan bukan hanya tubuh anak, tetapi juga rasa percaya yang sangat besar.

Kepercayaan itu runtuh ketika tempat pengasuhan justru menjadi sumber ketakutan. Orang tua bekerja keras demi masa depan keluarga, namun di saat yang sama harus dihantui kecemasan bahwa anak mungkin mengalami kekerasan di tempat yang dianggap aman. Situasi ini melukai banyak pihak, terutama anak yang menjadi korban.

Kekecewaan publik semakin besar karena dugaan pelaku memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Gelar akademik, sertifikat, dan citra profesional ternyata tidak otomatis melahirkan empati, kasih sayang, maupun integritas moral. Pendidikan formal dapat menghasilkan orang cerdas, tetapi belum tentu menghadirkan hati nurani jika karakter tidak dibangun dengan benar.

Ukuran kualitas seseorang selama ini terlalu sering dilihat dari ijazah, jabatan, atau kemampuan berbicara. Padahal profesi yang berhubungan dengan anak membutuhkan syarat jauh lebih mendasar, yaitu kesabaran, kestabilan emosi, kemampuan memahami tumbuh kembang anak, serta komitmen melindungi mereka. Seseorang bisa berpendidikan tinggi, tetapi belum tentu layak mendampingi anak jika tidak memiliki kedewasaan emosional.

Budaya masyarakat yang mudah percaya pada label pendidikan juga patut dikoreksi. Ketika melihat pengasuh berpenampilan rapi, bergelar sarjana, dan memiliki tempat usaha yang terlihat baik, banyak orang langsung menganggap semuanya aman. Padahal kekerasan sering bersembunyi di balik citra profesional. Karena itu, pengawasan orang tua tidak boleh berhenti hanya pada penampilan luar.

Pilihan menggunakan daycare sesungguhnya bukan kesalahan orang tua. Banyak keluarga harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sehingga tempat penitipan anak menjadi solusi yang realistis. Persoalannya, kebutuhan ekonomi keluarga tidak boleh dibayar dengan keselamatan anak. Negara dan masyarakat wajib memastikan setiap lembaga pengasuhan memenuhi standar perlindungan yang jelas.

Standar itu seharusnya mencakup seleksi tenaga pengasuh, pelatihan perlindungan anak, pengawasan rutin, sistem pengaduan yang mudah diakses, serta sanksi tegas jika terjadi pelanggaran. Tanpa pengawasan yang serius, tempat penitipan anak berisiko hanya menjadi bisnis jasa tanpa fondasi kemanusiaan.

Ikan Sapu-Sapu dan Ironi Kepedulian Manusia terhadap Alam
Artikel Selanjutnya

Ikan Sapu-Sapu dan Ironi Kepedulian Manusia terhadap Alam

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 28 April 2026, 19:18 WIB · Diperbarui: 29 April 2026, 00:11 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Inflasi Terkendali, Dompet Tetap Tertekan: Mengapa Angka Rata-rata Tidak Cukup?

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Bangun Jiwa Technopreneur, Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek di SMK Sawunggalih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 01:29 WIB

Lapas Bandanaira Manfaatkan Lahan SAE untuk Dorong Kemandirian Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 22 September 2026 | 19:26 WIB

Rabin Pendekar Golok Tjiomas: Kisah Komik dan Jejak Sejarah Jawara Tangerang

Konten dari Pengguna Opini Senin, 21 September 2026 | 03:24 WIB

Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indonesia di Bulan September

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 20 September 2026 | 16:05 WIB

Perampasan Aset Dari Tindak Pidana Korupsi (TPK)

Konten Redaksi Rabu, 9 September 2026 | 18:45 WIB

Ketika Politik Terlalu Ramai di Media Sosial, Apakah Rakyat Masih Menjadi Prioritas?

Konten dari Pengguna Opini Senin, 7 September 2026 | 13:10 WIB

Penyematan Kenaikan Pangkat, Lapas Bandanaira Dorong Profesionalisme dan Kinerja Petugas

Konten dari Pengguna Siaran Pers Senin, 7 September 2026 | 10:12 WIB

Jangan Membenci Bangsa Hanya Karena Ulah Penguasanya

Konten dari Pengguna Opini Senin, 17 Agustus 2026 | 20:01 WIB