"Apresiasi kepada Masyarakat Adat Baduy yang damai aman tenteram. Stabilitas terjaga dengan baik. Terima kasih atas kebersamaan kita dalam situasi aman dan damai," ucapnya.
Al Muktabar mempersilahkan Masyarakat Adat Baduy untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, termasuk menikmati pertunjukan Wayang Golek oleh dalang Mursidi Ajen dengan lakon Astrajingga Jadi Raja.
Kepala Desa Kanekes Saija, yang merupakan Jaro Pemerintah Masyarakat Adat Baduy, mengatakan bahwa tahun ini sebanyak 1500 Masyarakat Adat Baduy datang dari Kanekes untuk Seba.
"Mohon maaf bila ada kata-kata dari masyarakat kami yang kurang berkenan," ungkapnya.
"Mohon doanya semoga masyarakat selamat," pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani, dalam laporannya mengatakan, Seba Baduy selalu meninggalkan kesan dan cerita berbeda.
"Pelaksanaan Seba Baduy tidak selalu sama karena Masyarakat Adat Baduy punya kalender sendiri. Juga menunggu petunjuk sesuai tatanan adat dari leluhurnya," jelasnya.
Sebagai informasi, Seba Gede dan Seba Alit ditentukan sendiri oleh Masyarakat Adat Baduy yang ditandai dengan bawaannya. Pada Seba Gede, Masyarakat Adat Baduy membawa bawaan laksa, hasil bumi, dan peralatan dapur.