Senin, 21 September 2026

Budaya Patriarki Bertemu Roda Kapitalisme: Beban Ganda Perempuan Pekerja Formal dan Informal

Kota Serang Kota Serang, Banten
BAGIKAN:
Budaya Patriarki Bertemu Roda Kapitalisme: Beban Ganda Perem...
0
Budaya Patriarki Bertemu Roda Kapitalisme: Beban Ganda Perempuan Pekerja Formal dan Informal
Foto penulis

Pada akhirnya, budaya patriarki dan struktur ekonomi dapat saling berhubungan dalam membentuk pengalaman perempuan di dunia kerja. Perempuan dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi pada saat yang sama tetap dibebani tanggung jawab domestik. Bentuknya dapat berbeda antara pekerja formal dan informal, tetapi persoalan pembagian kerja dan penghargaan terhadap pekerjaan perawatan tetap menjadi isu penting.

Perspektif feminisme Marxis membantu memperluas pembahasan tersebut. Ketimpangan perempuan tidak hanya dilihat sebagai persoalan individu, tetapi juga sebagai persoalan yang berkaitan dengan pembagian kerja, hubungan ekonomi, dan struktur sosial. Karena itu, kesetaraan gender membutuhkan perubahan yang tidak hanya memberikan ruang kepada perempuan untuk bekerja, tetapi juga memastikan bahwa pekerjaan, pengasuhan, sumber daya, dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga dibagi secara lebih adil.

Penulis: Ilyas 

Sumber yang dapat digunakan

Badan Pusat Statistik (BPS). Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2024. Publikasi resmi BPS, 2024.

Publikasi BPS: Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2024

International Labour Organization (ILO). Eksperimen sosial ILO-Magdalene: Perempuan menghabiskan 100 jam pekerjaan perawatan tidak berbayar dalam seminggu, 2024.

ILO Indonesia: Eksperimen sosial tentang pekerjaan perawatan

International Labour Organization (ILO). Perempuan masih kesulitan untuk mengatur pekerjaan berbayar dan pekerjaan perawatan tidak berbayar, 2024.

Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indonesia di Bulan September
Artikel Selanjutnya

Menolak Lupa: Rentetan Peristiwa Kelam dalam Sejarah Indonesia di Bulan September

Kontributor: Ilyas Kamilul
Diterbitkan: 20 September 2026, 20:43 WIB · Diperbarui: 20 September 2026, 23:48 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Jeritan Anak di Balik Dinding Daycare

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 28 April 2026 | 19:18 WIB

Ikan Sapu-Sapu dan Ironi Kepedulian Manusia terhadap Alam

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 28 April 2026 | 16:25 WIB

Saat Guru Bertarung demi Masa Depan Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 26 April 2026 | 14:09 WIB

Harmoni Multikultural di Era Digital: Dinamika Keberagaman Masyarakat Palangka Raya

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 24 April 2026 | 20:13 WIB

Dari Kelas ke Peradaban: Jejak Guru dalam Membangun Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 24 April 2026 | 18:16 WIB

Memisahkan Anggaran, Mengorbankan Kesejahteraan?

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 23 April 2026 | 10:18 WIB

Peran Guru dalam Mencerdaskan Generasi Bangsa Namun Jasanya Kerap Terlupa

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 23 April 2026 | 08:19 WIB

Makna Kartini dalam Dunia Pendidikan sebagai Cahaya Perubahan Generasi Bangsa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 22 April 2026 | 10:44 WIB

Saat Sekolah Diuji oleh Krisis Etika Generasi Muda

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 21 April 2026 | 06:20 WIB

Kartini, Pendidikan, dan Jalan Panjang Menuju Kesetaraan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 21 April 2026 | 06:19 WIB

Esensi Tes Kemampuan Akademik dan Realitas Literasi Pelajar Indonesia

Konten dari Pengguna Opini Senin, 20 April 2026 | 17:58 WIB