Selasa, 7 Juli 2026
Login Kirim Tulisan
Konten dari Pengguna

Peran Guru dalam Mencerdaskan Generasi Bangsa Namun Jasanya Kerap Terlupa

BAGIKAN:
Peran Guru dalam Mencerdaskan Generasi Bangsa Namun Jasanya...
0
Peran Guru dalam Mencerdaskan Generasi Bangsa Namun Jasanya Kerap Terlupa
Iklan

Guru adalah sosok penting dalam perjalanan sebuah bangsa. Dari ruang kelas yang sederhana lahir generasi penerus yang kelak menjadi pemimpin, tenaga ahli, pengusaha, aparat negara, dan masyarakat yang memiliki ilmu serta akhlak. Setiap keberhasilan seseorang hampir selalu memiliki jejak perjuangan seorang guru di belakangnya. Karena itu, guru memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menentukan arah masa depan negara.

Namun kenyataan yang terjadi sering kali berbeda dengan penghormatan yang seharusnya diterima. Jasa guru kerap hanya dikenang dalam pidato, slogan, atau peringatan hari tertentu. Setelah itu, persoalan mendasar yang mereka hadapi kembali tenggelam tanpa solusi nyata. Kesejahteraan guru terus menjadi pembahasan hangat dari waktu ke waktu, tetapi perubahan yang dirasakan di lapangan masih sangat lambat.

Banyak kalangan menilai bahwa masalah ini bukan karena negara tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya. Indonesia memiliki anggaran, sumber daya, dan kekuatan untuk memperbaiki nasib para pendidik. Persoalan yang lebih terasa justru terletak pada kurangnya perhatian serta belum kuatnya kemauan untuk menjadikan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama. Ketika program lain dapat berjalan cepat dan mendapat sorotan besar, persoalan guru justru sering tertinggal.

Keadaan yang paling berat dirasakan oleh guru honorer. Mereka menjalankan tanggung jawab yang sama seperti guru lainnya. Mereka mengajar, menyiapkan bahan pembelajaran, membuat laporan, membimbing siswa, hingga ikut aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Akan tetapi, penghasilan yang diterima sering kali jauh dari kata layak. Bahkan ada guru honorer yang menerima gaji sangat kecil dan tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalani.

Kondisi ini tentu memprihatinkan. Bagaimana mungkin bangsa berharap pendidikan maju jika para pendidiknya masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar hidup. Banyak guru yang harus mencari pekerjaan tambahan demi mencukupi kebutuhan keluarga. Ada yang berdagang kecil-kecilan, bekerja serabutan, atau mengajar di beberapa tempat sekaligus. Semua itu dilakukan agar dapur tetap mengepul dan kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi.

Ketimpangan semakin terasa ketika masyarakat melihat berbagai program nasional yang mampu berjalan cepat dengan dukungan anggaran besar. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah program MBG. Terlepas dari tujuan baik yang dibawa, masyarakat tentu berhak bertanya mengapa persoalan lama seperti kesejahteraan guru belum juga diselesaikan secara serius. Bukan berarti harus membandingkan satu program dengan program lain, tetapi hal ini menunjukkan bahwa nasib guru sering kali belum ditempatkan sebagai prioritas utama.

Jika ketidakadilan ini terus dibiarkan, maka dampaknya akan semakin besar seperti bola salju yang terus menggelinding. Pada awalnya mungkin hanya berupa keluhan kecil, tetapi lama-kelamaan dapat berubah menjadi menurunnya semangat kerja, berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi guru, hingga menurunnya kualitas pendidikan nasional. Profesi guru bisa kehilangan daya tarik jika dipandang sebagai pekerjaan penuh tanggung jawab namun minim penghargaan.

Padahal negara yang maju selalu menempatkan guru pada posisi terhormat. Mereka memahami bahwa membangun bangsa bukan hanya soal jalan raya, gedung tinggi, atau proyek besar lainnya. Kemajuan sejati lahir dari manusia yang cerdas, berkarakter, dan terdidik. Semua itu dibentuk oleh guru. Karena itu, memperhatikan kesejahteraan guru sejatinya adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh seluruh bangsa.

Iklan
Semangat Kartini Menyala di MIS AR-RAUDHOTUN NUR Lewat Aksi Siswa Menjadi Guru Sehari
Artikel Selanjutnya

Semangat Kartini Menyala di MIS AR-RAUDHOTUN NUR Lewat Aksi Siswa Menjadi Guru Sehari

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi distrikbantennews.com.
Iklan
Iklan
Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 23 April 2026, 08:19 WIB · Diperbarui: 23 April 2026, 12:18 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini