DISTRIKBANTENNEWS.COM, Jakarta - Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengadakan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Program ini berfokus pada keterampilan pembuatan tempe, dilaksanakan pada Rabu (1/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi upaya Lapas Narkotika Karang Intan untuk menghadirkan produk pangan bernilai gizi tinggi. Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi yang menjanjikan bagi warga binaan.
Warga binaan dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan produksi tempe. Mereka mempraktikkan mulai dari pengolahan kedelai, proses fermentasi, hingga menghasilkan tempe siap konsumsi dan dipasarkan.
Proses pembinaan ini didampingi oleh Petugas Kegiatan Kerja, Yudi Atmajay. Pelaksanaan kegiatan berjalan terarah dengan tetap mengedepankan standar kebersihan dan kualitas produk.
Tidak hanya pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai penting. Nilai tersebut meliputi ketelitian, kerja sama, tanggung jawab, serta kedisiplinan.
"Pembinaan kemandirian melalui pembuatan tempe ini kami arahkan agar Warga Binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mental siap kerja dan berwirausaha," ujar Petugas Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Karang Intan, Yudi Atmajay.
"Harapannya, keterampilan ini menjadi bekal bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat," tambah Yudi. Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan program ini adalah bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada kesiapan warga binaan setelah bebas.
"Kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi," kata Yugo.
"Melalui program ini, Lapas Narkotika Karang Intan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak individu yang mandiri, produktif, dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan membawa perubahan positif," tutup Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi.
***