Sementara itu, Koordinator Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) dr. Nurhadji Abdullah Kastari mengatakan dokter umum merupakan garda terdepan layanan kesehatan di Indonesia.
Tugas dokter umum tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga memiliki fungsi preventif dan promotif.
“Karena dengan preventif-promotif itu kita bisa meningkatkan derajat kesehatan bangsa, menjaga kesehatan rakyat. Kalau kita hanya kuratif saja, justru kita hanya menunggu yang sakit. Peran itu yang perlu diperkuat oleh dokter umum, yaitu preventif-promotif,” ujarnya.
Nurhadji menjelaskan bahwa jumlah dokter umum sangat banyak, tetapi distribusinya belum merata. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara PDUI dan pemerintah untuk pemerataan tenaga dokter.
Saat ini jumlah dokter umum mencapai sekitar 160 ribu orang. Oleh sebab itu, dalam kongres ini PDUI memilih tema Memperkuat Peran dan Kapasitas Dokter Umum dalam Mewujudkan Asta Cita Bidang Kesehatan.
Dengan tema tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi antara pemerintah dan profesi dokter umum.
“Setiap tahun, dengan adanya fakultas kedokteran baru yang terus bertambah, diprediksi sekitar dua belas ribu lulusan per tahun, ke depan bisa lima belas ribu bahkan lebih,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam sambutannya mengatakan bahwa dokter umum merupakan figur yang paling banyak bersentuhan dengan masyarakat. Ia berharap dokter umum dapat membantu mengawal upaya bersama membangun masyarakat yang sehat, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual.