Prioritas di Tengah Tantangan Iklim
Deden menegaskan bahwa stabilitas pangan menjadi prioritas utama Pemprov Banten, terutama karena momentum Nataru identik dengan lonjakan permintaan. Ia turut menyoroti tantangan kondisi iklim yang tidak menentu dan berpotensi menghambat distribusi pangan.
“Upaya menjaga stabilitas pangan bukan hanya tugas rutin tahunan, tetapi bagian dari ikhtiar kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan inflasi, dan memastikan bahwa seluruh warga Banten dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan penuh sukacita,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi demi menjadikan stabilitas pangan sebagai gerakan bersama.
Kewaspadaan Terhadap Jalur Logistik
Deputi Kepala Perwakilan BI Banten, Rawindra Ardiansah, menambahkan bahwa BI Banten bersama TPID terus mewaspadai tren peningkatan harga pada beberapa komoditas menjelang Nataru. Meskipun Banten dilaporkan surplus beras, sejumlah komoditas lainnya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah sehingga jalur logistik menjadi faktor krusial dalam pembentukan harga.
“Karena pembentuk harga itu dari jalur logistik,” pungkas Rawindra, menekankan pentingnya menjaga kelancaran transportasi pasokan.
Pemprov Banten optimistis bahwa melalui kerja sama lintas sektor yang erat, ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan dapat terjaga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. ***