Senin, 5 Oktober 2026

Anxiety dan Burnout Kian Marak, Psikolog: ‘Jangan Anggap Remeh Tanda-tanda Lelah Mental’

BAGIKAN:
Anxiety dan Burnout Kian Marak, Psikolog: ‘Jangan Anggap Rem...
0
Anxiety dan Burnout Kian Marak, Psikolog: ‘Jangan Anggap Remeh Tanda-tanda Lelah Mental’

Tangerang — Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, tekanan hidup seolah datang tanpa henti. Tuntutan pekerjaan, tekanan sosial, hingga ekspektasi pribadi yang tinggi membuat banyak orang kini menghadapi gejala kelelahan mental atau burnout dan gangguan kecemasan (anxiety).

Fenomena ini semakin marak terlihat di kalangan anak muda dan pekerja urban. Bukan hanya berdampak pada emosi, tetapi juga menurunkan produktivitas, kualitas tidur, bahkan memicu penyakit fisik seperti gangguan pencernaan dan jantung.

Psikolog klinis, dr. Rani Permata, M.Psi, mengingatkan bahwa kelelahan mental bukan sekadar rasa capek biasa.

“Jangan anggap remeh tanda-tanda lelah mental. Kalau mulai sering merasa cemas tanpa sebab, sulit fokus, cepat marah, atau kehilangan semangat, itu sudah sinyal bahaya dari tubuh dan pikiran,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan seminar kesehatan mental di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Menurut Rani, banyak orang masih menganggap bahwa stres adalah bagian wajar dari kehidupan, padahal jika dibiarkan, anxiety dan burnout bisa berkembang menjadi depresi kronis.

“Perlu ada kesadaran untuk mencari bantuan profesional sejak dini. Konsultasi ke psikolog bukan berarti lemah, tapi justru bentuk keberanian untuk mengenali diri,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Meluangkan waktu untuk istirahat, berolahraga ringan, serta membatasi penggunaan media sosial bisa menjadi langkah awal pemulihan.

Sementara itu, data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan kasus gangguan mental ringan hingga sedang dalam tiga tahun terakhir. Tren ini memperlihatkan bahwa isu kesehatan mental kini bukan lagi hal tabu, melainkan tantangan serius yang harus ditangani bersama.

“Kesadaran masyarakat mulai tumbuh, tapi perlu dukungan lingkungan yang tidak menghakimi. Orang yang mengalami burnout tidak butuh dihakimi, mereka butuh didengar,” tutup Rani.***

PUSKESMAS PAGEDANGAN GELAR POSYANDU FOKUS CEGAH STUNTING DI DESA KARANG TENGAH
Artikel Selanjutnya

PUSKESMAS PAGEDANGAN GELAR POSYANDU FOKUS CEGAH STUNTING DI DESA KARANG TENGAH

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 7 November 2025, 22:06 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tembus 7 Juta Peserta, CKG Banten Duduki Peringkat Kedua Nasional

Konten Redaksi Senin, 5 Oktober 2026 | 20:54 WIB

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB