Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Tangerang Suli Rosadi menegaskan, pasar tradisional saat ini memang menghadapi tantangan berat di tengah gempuran e-commerce dan fenomena live streaming.
“Kondisi pasar banyak yang sepi karena persaingan era digitalisasi. Ini tidak hanya di negara kita, ini tantangan global. Kita tidak boleh menghindar,” kata Suli.
Ia menambahkan, para pedagang harus berani tampil dan aktif beradaptasi.
“Kami berharap dengan hasil kegiatan ini, para pedagang tidak diam saja, tapi aktif di hadapan kamera untuk terus menjual produk-produknya. Kami juga sedang mengkaji produk mana yang layak untuk ekspor atau keluar daerah, karena kami tidak mau mendiamkan UMKM hanya berjualan di kandang sendiri,” tegasnya.
Dari sisi pelaku usaha, semangat perubahan ini disambut positif. Salah satu pedagang Pasar Anyar, Gufron Sulaiman, yang telah 25 tahun berdagang kitab Qur’an, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemkot.
“Kami sangat mengapresiasi acara seperti ini, pengenalan berdagang melalui digital itu bagus,” ungkap Gufron.***