Sementara itu, Entin Oliantini, perwakilan dari DP3AKB Provinsi Banten, memberikan apresiasi atas capaian Kabupaten Tangerang dalam menjalankan program ini. Ia menilai, Kabupaten Tangerang telah menunjukkan kinerja luar biasa dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.
“Secara umum, pelaksanaan program DRPPA di Kabupaten Tangerang sudah berjalan dengan sangat baik. Kalaupun ada hal yang perlu diperbaiki, jumlahnya sangat sedikit, karena sejak dulu Kabupaten Tangerang memang selalu menjadi yang terbaik,” tuturnya.
Entin juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar program DRPPA tidak berhenti setelah kegiatan monitoring.
“Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan, simultan, dan konsisten, agar Kabupaten Tangerang terus menjadi pelopor dalam mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak,” imbuhnya.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya berharap jumlah desa dengan program DRPPA di Provinsi Banten akan terus bertambah dan berkembang menjadi Ruang Bersama Indonesia (RBI) — sebuah ruang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak di setiap desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Teluknaga Kurnia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal perlindungan perempuan dan anak.
“Persiapannya cukup luar biasa. Tantangan terbesar adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola asuh yang baik dan penguatan keluarga. Kami terus berinovasi melalui program bina keluarga lansia, remaja, dan berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya,” ungkapnya.
Kurnia juga optimistis bahwa seluruh desa di Kecamatan Teluknaga dapat segera bergabung dalam program DRPPA dan ikut berkontribusi menuju visi Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.