Hal ini juga penting demi menjaga reputasi produsen, mendukung perekonomian, dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan yang aman, bergizi, dan berkualitas.
Bagaimana para Peneliti Mendeteksi Produk Mengandung Boraks atau Formalin?
Berdasarkan beberapa penelitian, para peneliti menggunakan beragam metode uji demi mendeteksi penggunaan zat terlarang, seperti boraks dan formalin, pada produk makanan. Pengujian ini berguna demi menjaga mutu, keamanan, dan kejujuran produk yang tersedia di pasaran.
✅ Uji Hidroksimetilfurfural (HMF)
Metode spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk mendeteksi HMF, yaitu senyawa yang terbentuk apabila terjadi pemanasan berlebih atau penambahan gula. Dengan uji HMF, dapat dikenali kepalsuan dan kualitas produk, misalnya pada madu.
✅ Uji Fisiko-Kimia
Selain HMF, dapat juga diuji kadar sukrosa, air, abu, dan keasaman. Pengujian ini berguna demi mendeteksi apabila terjadi pencampuran gula, penggunaan zat terlarang, atau proses pengolahan yang tidak memenuhi standar mutu.
✅ Uji Kertas Turmerik dan Kit Sederhana
Selain uji laboratorium, tersedia juga uji kualitatif yang mudah dan murah, seperti kertas turmerik dan kit uji. Dalam uji kertas turmerik, apabila terjadi perbedaan warna, dapat dicurigai produk tercampur boraks.