Demikian juga pada uji formalin, apabila terjadi perbedaan warna pada kit, dapat disimpulkan makanan positif formalin.
✅ Uji Spektroskopi dan Analisis Isotop
Metode yang lebih rinci, seperti spektroskopi UV-Vis, FT-IR, dan analisis isotop, berguna demi menemukan kepalsuan yang lebih sulit dideteksi secara kasat mata. Dengan cara ini, dapat dibuktikan sumber gula, zat aditif, dan keaslian produk secara akurat.
✅ PCR dan Analisis DNA
Selain uji kimia, Polymerase Chain Reaction (PCR) dapat digunakan demi menemukan jejak DNA lebah pada madu. Hal ini berguna demi membuktikan bahwa produk memang berasal dari lebah, bukan buatan manusia.
PENUTUP
Kasus peredaran bakso mengandung boraks di Palu menjadi pengingat penting bahwa masalah keamanan pangan bukan hal yang sepele. Hal ini terjadi karena masih ada produsen yang mencari keuntungan lebih tanpa memikirkan risiko terhadap kesehatan masyarakat.
Pada kondisi inilah peran analisis pangan menjadi krusial demi menjaga mutu, keamanan, dan kejujuran produk yang tersedia di pasaran.
Melalui metode uji yang tersedia, mulai dari uji kertas turmerik, kit, spektroskopi, hingga PCR, dapat dideteksi secara rinci apa saja zat yang terkandung di sebuah produk. Dengan teknologi dan pendekatan yang matang, peredaran makanan yang tidak memenuhi syarat dapat dicegah demi melindungi konsumen dan menjaga reputasi produsen yang jujur.