BerandaLingkunganProgram Dapur Hidup di Desa Haurngombong: Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Penghasilan Keluarga

Program Dapur Hidup di Desa Haurngombong: Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Penghasilan Keluarga

Desa Haurngombong, sebagai salah satu desa binaan LAZ Al Azhar, saat ini sedang merasakan manfaat dari program Dapur Hidup yang sedang berjalan. Program ini telah membagikan 2.550 bibit sayuran secara gratis kepada 75 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 45 kepala keluarga telah melakukan penanaman secara mandiri, 21 kepala keluarga telah mencapai kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, dan 12 kepala keluarga telah berhasil mendapatkan tambahan penghasilan dari penjualan hasil panen mereka.

Program Dapur Hidup adalah kegiatan berkebun yang memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan kosong untuk menanam berbagai jenis sayuran. Ini adalah salah satu upaya untuk menciptakan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan bagi keluarga.

Nurkirman, Dasamas LAZ Al Azhar, mengatakan, “Dengan berjalannya program ini diharapkan mampu menciptakan tambahan pendapatan keluarga dari penyediaan pangan yang berorientasi pasar. Juga bisa meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang bergizi seimbang sebagai upaya bersama untuk mencegah stunting,” setelah program ini berjalan.

Berbagai jenis tanaman Dapur Hidup, seperti kangkung, sawi, pakcoy, selada, terong, tomat, dan cabai, ditanam di polybag dengan memanfaatkan lahan tidur atau pekarangan rumah. Pendampingan juga dilakukan secara berkala oleh Dasamas.

Ibu Dede (34), seorang ibu rumah tangga, mengatakan, “Ternyata dengan menanam sayuran di halaman rumah, sedikitnya saya sudah bisa menghemat biaya kebutuhan di dapur, bahkan bisa sampai menjualnya dan menjadi tabungan,” tentang manfaat dari kegiatan Dapur Hidup yang diinisiasi oleh Dasamas di Saung Ilmu.

(adh/red)

Baca Juga:  Pameran dan Lelang Lukisan untuk Palestina Diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Advertisment -

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments